PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan. Sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Februari 2026, luas area terdampak karhutla di Kalteng tercatat mencapai 210,77 hektare dari 103 kejadian yang tersebar di sejumlah wilayah.
Tak hanya luasan lahan terbakar, aktivitas titik panas juga terpantau cukup tinggi. Sebanyak 636 hotspot terdeteksi dalam rentang waktu tersebut, menjadi indikator potensi karhutla yang masih perlu diwaspadai di awal tahun ini.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran hingga 7 Februari 2026.
“Update terakhir, luas karhutla di Kalteng sudah mencapai 210,77 hektare dari total 103 kasus,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Khusus pada 7 Februari 2026, BPB-PK Kalteng menerima dua laporan karhutla yang seluruhnya terjadi di Kota Palangka Raya. Total lahan terbakar mencapai 0,47 hektare dan seluruhnya berhasil dipadamkan.
Insiden pertama terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, dengan luas lahan terbakar 0,18 hektare. Sementara kejadian kedua berada di Jalan Rahmad Hidayah, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, seluas 0,29 hektare.
Indra menjelaskan, proses pemadaman dilakukan oleh tim Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng yang bersinergi dengan BPK Berkat Usaha.
“Api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain, sehingga tidak menimbulkan dampak lanjutan,” jelasnya.
Selain itu, Indra mengungkapkan bahwa Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla berdasarkan SK Bupati Nomor 188.45/0021/Huk-BPBD/2026 yang berlaku mulai 23 Januari hingga 21 Februari 2026.
“Hingga sekarang, baru Kotawaringin Timur yang secara resmi menetapkan status siaga darurat karhutla,” katanya.
BPB-PK Kalteng memastikan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan risiko karhutla, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan kebakaran. (her)


