BPK Kamboja Minta Mobil Tangki, Sumber Air Mulai Terbatas Saat Musim Kemarau

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kamboja Palangka Raya berharap dukungan operasional bagi relawan terus ditingkatkan, khususnya penyediaan mobil tangki air untuk membantu penanganan kebakaran lahan, permukiman, dan proses evakuasi di tengah meningkatnya kebutuhan selama musim kemarau.

Ketua BPK Kamboja, Sucipto, yang merupakan pensiunan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, mengatakan mobil tangki menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pihaknya. Kondisi tersebut dipicu mulai terbatasnya sumber air di sejumlah lokasi karena banyak parit mengering.

“Kami hanya berharap mobil tangki saja, karena air pada parit sudah banyak yang kering,” kata Sucipto, Sabtu (4/9/2026).

Menurutnya, keberadaan mobil tangki dapat mendukung pasokan air ketika relawan turun ke lokasi kejadian. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat yang terdampak maupun berada di sekitar lokasi kebakaran dapat dilakukan lebih maksimal.

Baca Juga :  Komisaris Independen Bank Kalteng Meninggal Dunia

“Jadi mobil tangki itu saja yang bisa agar bisa melayani masyarakat terkena atau dekat dengan kebakaran lahan,” ujarnya.

Selain kebutuhan armada, Sucipto menyampaikan bahwa perhatian terhadap relawan BPK di lapangan sudah mulai terlihat. Ia menyebut terdapat sejumlah BPK yang dilibatkan dalam tugas penanganan kebakaran dan mendapatkan dukungan operasional.

“Kalau secara jelas, saya lihat mereka BPK lain dilibatkan ke tugas kebakaran lahan, diberi per hari dan makan minum, juga BBM mobil yang dipakai, juga dibantu selang penyalur atau fire hose. Itu yang saya tahu,” ungkapnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, BPK Kamboja sendiri masih menunggu dukungan serupa. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat relawan untuk tetap menjalankan tugas sosial membantu masyarakat.

Baca Juga :  Berdampak Kepada PAD dan Kesejahteraan Pelaku Sektor Wisata

“Kalau kami belum, mungkin belum. Masih menunggu,” katanya.

Sucipto menegaskan, relawan BPK tidak hanya bergerak ketika terjadi karhutla. Mereka juga siap merespons laporan kebakaran permukiman maupun membantu evakuasi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, semangat tersebut merupakan bentuk kepedulian relawan terhadap keselamatan masyarakat Kota Palangka Raya.

“Namun kami tetap saja berbuat. Ada atau tidak ada, kami tetap memperhatikan masyarakat Kota Palangka Raya, tidak terlalu ke pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap semangat para relawan dalam membantu masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus diiringi dukungan terhadap kebutuhan operasional agar pelayanan di lapangan semakin optimal.

“Dengan prinsip, apa yang bisa kita perbuat semasa masih sehat dan panjang umur,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kamboja Palangka Raya berharap dukungan operasional bagi relawan terus ditingkatkan, khususnya penyediaan mobil tangki air untuk membantu penanganan kebakaran lahan, permukiman, dan proses evakuasi di tengah meningkatnya kebutuhan selama musim kemarau.

Ketua BPK Kamboja, Sucipto, yang merupakan pensiunan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, mengatakan mobil tangki menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pihaknya. Kondisi tersebut dipicu mulai terbatasnya sumber air di sejumlah lokasi karena banyak parit mengering.

“Kami hanya berharap mobil tangki saja, karena air pada parit sudah banyak yang kering,” kata Sucipto, Sabtu (4/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, keberadaan mobil tangki dapat mendukung pasokan air ketika relawan turun ke lokasi kejadian. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat yang terdampak maupun berada di sekitar lokasi kebakaran dapat dilakukan lebih maksimal.

Baca Juga :  Komisaris Independen Bank Kalteng Meninggal Dunia

“Jadi mobil tangki itu saja yang bisa agar bisa melayani masyarakat terkena atau dekat dengan kebakaran lahan,” ujarnya.

Selain kebutuhan armada, Sucipto menyampaikan bahwa perhatian terhadap relawan BPK di lapangan sudah mulai terlihat. Ia menyebut terdapat sejumlah BPK yang dilibatkan dalam tugas penanganan kebakaran dan mendapatkan dukungan operasional.

“Kalau secara jelas, saya lihat mereka BPK lain dilibatkan ke tugas kebakaran lahan, diberi per hari dan makan minum, juga BBM mobil yang dipakai, juga dibantu selang penyalur atau fire hose. Itu yang saya tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, BPK Kamboja sendiri masih menunggu dukungan serupa. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat relawan untuk tetap menjalankan tugas sosial membantu masyarakat.

Baca Juga :  Berdampak Kepada PAD dan Kesejahteraan Pelaku Sektor Wisata

“Kalau kami belum, mungkin belum. Masih menunggu,” katanya.

Sucipto menegaskan, relawan BPK tidak hanya bergerak ketika terjadi karhutla. Mereka juga siap merespons laporan kebakaran permukiman maupun membantu evakuasi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, semangat tersebut merupakan bentuk kepedulian relawan terhadap keselamatan masyarakat Kota Palangka Raya.

“Namun kami tetap saja berbuat. Ada atau tidak ada, kami tetap memperhatikan masyarakat Kota Palangka Raya, tidak terlalu ke pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap semangat para relawan dalam membantu masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus diiringi dukungan terhadap kebutuhan operasional agar pelayanan di lapangan semakin optimal.

“Dengan prinsip, apa yang bisa kita perbuat semasa masih sehat dan panjang umur,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru