PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap yang semakin menebal di Kota Palangkaraya merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang masih terus berlangsung. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, salah satunya industri penerbangan.
Selama beberapa hari terakhir, kabut asap telah membatasi jarak pandang untuk operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, sehingga menyebabkan penundaan penerbangan dan keberangkatan.
Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, Ardha Wulanigara, menjelaskan bahwa kabut asap yang ada memang berdampak pada operasional penerbangan. Terutama pada 27 September hingga 29 September 2023.
“Terkait dampak kabut asap terhadap operasional penerbangan, hingga saat ini atau dalam sepekan terakhir dapat kami sampaikan memang ada dampak terhadap operasional penerbangan. Pada 27 hingga 29 September 2023 ada beberapa penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan yang mengalami keterlambatan,” ujarnya saat dikonfirmasi langsung oleh media melalui sambungan telepon, Senin (2/10).
Penundaan penerbangan tersebut, lantaran kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap. Dia menjelaskan bahwa pada tanggal tersebut, menurut pantauan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, jarak pandang berada di angka 400 hingga 900 meter. Terutama pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB pagi.
“Jadi hanya flight di pagi hari antara jam-jam tersebut yang terdampak. Rata-rata tujuannya adalah ke Soekarno Hatta dan Surabaya. Kemudian untuk  30 September hingga 1 Oktober, Alhamdulillah penerbangan pada tanggal tersebut tidak terdampak. Tidak ada delay, operasional normal, karena memang pada tanggal tersebut jarak pandang atau visibility rata-rata di angka 1500 hingga 3000 meter,” tuturnya.
Dirinya kembali menjelaskan bahwa jumlah penerbangan yang terdampak rata-rata sebanyak 3 penerbangan. Pada  27 September dan 28 September terdapat 3 penerbangan yang terdampak, lalu puncaknya pada 29 September dimana terdapat 3 keberangkatan dan 3 kedatangan yang terdampak.
“Kami dari pihak bandara melakukan langkah antisipasi serta koordinasi yang lebih intens dengan BMKG dan AirNav untuk melaporkan setiap setengah jam sekali mengenai cuaca ini. Kalau estimasi waktu delay, sangat bervariasi, ada yang setengah jam, ada yang satu jam, rata-rata seperti itu,” tandasnya.
Dan untuk tanggal 2 Oktober 2023, terinformasi kembali bahwa terdapat 3 keberangkatan yang terdampak dan mengalami penundaan, rata-rata selama setengah jam yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap. (*ana/pri)