24.1 C
Jakarta
Sunday, November 30, 2025

Kapal Pesiar Bocor, Pasutri Asal Belgia Terdampar di Wilayah Kotim

PROKALTENG.CO-Perjalanan wisata yang seharusnya penuh petualangan bagi sepasang suami istri (pasutri) asal Belgia berubah menjadi momen menegangkan ketika yacht pribadi atau kapal pesiar yang mereka gunakan mengalami kebocoran di perairan Pantai Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kamis (siang (27/11/2025). Akibatnya, mereka terdampar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan minta bantuan petugas.

Pasangan wisatawan tersebut bernama Baudouin Briac J dan Karine Christiane B, yang tengah menikmati ekspedisi keliling Kalimantan sebelum melanjutkan pelayaran menuju Malaysia dan Brunei. Namun ketenangan laut tiba-tiba berubah menjadi kepanikan ketika kapal mereka diduga menghantam bangkai kapal tenggelam di sekitar wilayah Ujung Pandaran.

Benturan keras menyebabkan bagian lambung yacht retak dan air mulai masuk dalam kapal mereka.

Dalam kondisi darurat dan situasi yang semakin genting, pasangan suami istri itu langsung menghubungi layanan 110 Polri untuk meminta pertolongan.

Laporan tersebut dengan cepat ditindaklanjuti Polres Kotim dan diteruskan ke BPBD, Basarnas, Polairud, serta Kantor Imigrasi. Tim gabungan pun dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Tak Ingin Menyerah Meski 2 Kali Gagal, Rudini Tetap Maju Lagi di Pilkada Kotim

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, respons cepat tim gabungan berhasil memastikan keselamatan kedua wisatawan tersebut. ‎“Kapalnya bocor setelah menabrak bangkai kapal. Syukurlah keduanya berhasil kami evakuasi dan dibawa ke kawasan Samuda dalam kondisi aman,” ujar Multazam, Jumat (28/11/2025).

Tak hanya mengevakuasi korban, tim gabungan juga memastikan yacht milik pasangan itu tetap dapat diselamatkan. Kapal kemudian dikawal menuju Galangan Kapal PT Fushor untuk menjalani proses perbaikan. ‎“Basarnas, Imigrasi, dan Polairud turut mendampingi hingga kapal tiba dengan selamat di PT Fushor,” tambah Multazam.

Electronic money exchangers listing

Perbaikan yacht diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat hari. Sementara itu, pasangan wisatawan tersebut kini menginap sementara di Sampit sambil menunggu kapal siap berlayar kembali.

Meski sempat panik, keduanya menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas gerak cepat petugas yang membantu mereka.

Baca Juga :  Kapal Wisata Karam Saat Tambat di Dermaga, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, Kepala Imigrasi Sampit Bayu Dewabrata menjelaskan, jajarannya langsung melakukan pemeriksaan administratif kepada dua turis tersebut setelah menerima laporan dari Polres Kotim. “Dokumen perjalanan mereka valid dan masih berlaku. Begitu juga izin tinggalnya. Kami memastikan semuanya sesuai ketentuan,” jelas Bayu, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Bayu, semua perlengkapan pelayaran seperti izin berlayar dari KSOP, dokumen karantina, administrasi kapal, hingga daftar kru juga lengkap. Yacht tersebut adalah kapal pribadi, bukan kapal sewaan.

Ia menambahkan, sebelum insiden, pasangan itu sempat menikmati sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Termasuk Tanjung Puting sebagai titik singgah terakhir.‎ “Tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian. Aktivitas mereka sesuai aturan,” tegasnya.

Meski sempat mengalami kejadian yang mengancam keselamatan, pasangan turis Belgia itu tetap bersemangat untuk melanjutkan perjalanan panjang mereka mengelilingi Kalimantan, Malaysia, dan Brunei. Mereka berharap proses perbaikan kapal berjalan lancar agar ekspedisi dapat kembali dilanjutkan sesuai rencana. (pri/ens/kpg)

 

PROKALTENG.CO-Perjalanan wisata yang seharusnya penuh petualangan bagi sepasang suami istri (pasutri) asal Belgia berubah menjadi momen menegangkan ketika yacht pribadi atau kapal pesiar yang mereka gunakan mengalami kebocoran di perairan Pantai Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kamis (siang (27/11/2025). Akibatnya, mereka terdampar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan minta bantuan petugas.

Pasangan wisatawan tersebut bernama Baudouin Briac J dan Karine Christiane B, yang tengah menikmati ekspedisi keliling Kalimantan sebelum melanjutkan pelayaran menuju Malaysia dan Brunei. Namun ketenangan laut tiba-tiba berubah menjadi kepanikan ketika kapal mereka diduga menghantam bangkai kapal tenggelam di sekitar wilayah Ujung Pandaran.

Benturan keras menyebabkan bagian lambung yacht retak dan air mulai masuk dalam kapal mereka.

Electronic money exchangers listing

Dalam kondisi darurat dan situasi yang semakin genting, pasangan suami istri itu langsung menghubungi layanan 110 Polri untuk meminta pertolongan.

Laporan tersebut dengan cepat ditindaklanjuti Polres Kotim dan diteruskan ke BPBD, Basarnas, Polairud, serta Kantor Imigrasi. Tim gabungan pun dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Tak Ingin Menyerah Meski 2 Kali Gagal, Rudini Tetap Maju Lagi di Pilkada Kotim

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, respons cepat tim gabungan berhasil memastikan keselamatan kedua wisatawan tersebut. ‎“Kapalnya bocor setelah menabrak bangkai kapal. Syukurlah keduanya berhasil kami evakuasi dan dibawa ke kawasan Samuda dalam kondisi aman,” ujar Multazam, Jumat (28/11/2025).

Tak hanya mengevakuasi korban, tim gabungan juga memastikan yacht milik pasangan itu tetap dapat diselamatkan. Kapal kemudian dikawal menuju Galangan Kapal PT Fushor untuk menjalani proses perbaikan. ‎“Basarnas, Imigrasi, dan Polairud turut mendampingi hingga kapal tiba dengan selamat di PT Fushor,” tambah Multazam.

Perbaikan yacht diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat hari. Sementara itu, pasangan wisatawan tersebut kini menginap sementara di Sampit sambil menunggu kapal siap berlayar kembali.

Meski sempat panik, keduanya menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas gerak cepat petugas yang membantu mereka.

Baca Juga :  Kapal Wisata Karam Saat Tambat di Dermaga, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, Kepala Imigrasi Sampit Bayu Dewabrata menjelaskan, jajarannya langsung melakukan pemeriksaan administratif kepada dua turis tersebut setelah menerima laporan dari Polres Kotim. “Dokumen perjalanan mereka valid dan masih berlaku. Begitu juga izin tinggalnya. Kami memastikan semuanya sesuai ketentuan,” jelas Bayu, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Bayu, semua perlengkapan pelayaran seperti izin berlayar dari KSOP, dokumen karantina, administrasi kapal, hingga daftar kru juga lengkap. Yacht tersebut adalah kapal pribadi, bukan kapal sewaan.

Ia menambahkan, sebelum insiden, pasangan itu sempat menikmati sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Termasuk Tanjung Puting sebagai titik singgah terakhir.‎ “Tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian. Aktivitas mereka sesuai aturan,” tegasnya.

Meski sempat mengalami kejadian yang mengancam keselamatan, pasangan turis Belgia itu tetap bersemangat untuk melanjutkan perjalanan panjang mereka mengelilingi Kalimantan, Malaysia, dan Brunei. Mereka berharap proses perbaikan kapal berjalan lancar agar ekspedisi dapat kembali dilanjutkan sesuai rencana. (pri/ens/kpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru