KUALA PEMBUANG, PROKALTENG.CO โ Kenaikan harga beras yang terjadi saat ini, turut dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Seruyan. Pasalnya, tidak hanya menjadi keluhan masyarakat umum, akan tetapi imbas dari kenaikan harga beras itu juga membuat turunnya angka penjualan beras para pedagang.
Masno salah satunya. Pedagang sembako yang ada di Pasar Sayur dan Ikan (Saik) Kuala Pembuang itu, ternyata juga mengeluhkan soal naiknya harga beras yang terjadi. Bahkan, jika biasanya beras mampu terjual hingga 10 karung lebih per hari, sekarang menurutnya untuk penjualannya sudah di bawah angka tersebut.
โHarga berasnya mulai naik terus. Mulai naik dari 400 rupiah per kilogram, 700 dan sekarang sudah 600 rupiah lagi kenaikan per kilogram. Kenaikan ini ada sekitar sudah dua mingguan, dan kenaikan itu semua jenis beras respon masyarakat atau pembelian keberatan juga dengan mahalnya harga beras,โ katanya, Rabu (21/2).
Seperti halnya juga untuk salah satu beras jenis premium yang ukuran 5 kilogram dari harga biasa dijual harga sekitar harga 70 ribu sekarang sudah naik dijual dengan harga 85 ribu rupiah.
Masno mengaku belum mengetahui secara detail apa penyebab kenaikan harga beras yang terjadi. Namun jelas dia, kenaikan harga beras ini, naik secara bertahap. Bahkan terakhir saat pihaknya pedagang ingin order atau pesan dari agen menyampaikan bahwa harga beras naik lagi 600 rupiah untuk per kilogramnya dari normal.
โYa masyarakat banyak yang mengeluh naiknya harga beras. Untuk penjualan semenjak ada kenaikan ini, di tempat kami juga ada penurunan sekarang sehari terjadi bisa kurang dari 10 karung. Harapannya kami masyarakat beras ini bisa murah lagi dan diturunkan dan normal lagi. Sehingga masyarakat juga terjangkau membelinya,โ harap Masno. (ais/hnd)