PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Murung Raya, Indra Jaya Saputra menyampaikan bahwa penurunan anggaran berpengaruh langsung terhadap jumlah bantuan yang dapat disalurkan. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari berkurangnya alokasi dana dibandingkan tahun sebelumnya.
Indra menjelaskan pada tahun 2025 BPBD sebenarnya telah menyiapkan anggaran yang cukup besar. Namun, karena jumlah kejadian bencana tidak sebanyak tahun 2024, dana yang terserap relatif kecil. Sehingga sebagian anggaran dikembalikan ke kas daerah.
“Karena bencana di tahun 2025 tidak sebanyak tahun sebelumnya, anggaran yang terpakai juga sedikit. Itu sebabnya ada pengembalian ke kas daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun anggaran tahun berjalan tidak mengalami pemotongan besar, penyesuaian tetap dilakukan. Termasuk pengurangan alokasi anggaran untuk Satuan Manajemen Komando (SMAKO) sejak tahap perencanaan awal.
Meski demikian, BPBD Murung Raya masih memiliki langkah antisipasi apabila terjadi kekurangan anggaran logistik. Salah satunya melalui pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tersedia di pemerintah daerah.
“Jika ke depan anggaran logistik dirasa kurang, kami masih bisa mengajukan tambahan melalui dana BTT,” jelas Indra.
Sementara itu, terkait kondisi cuaca, Indra menyebutkan bahwa Murung Raya saat ini berada dalam kategori siaga, namun belum perlu ditetapkan status siaga resmi.
Berdasarkan data sebelumnya, curah hujan tinggi terjadi sejak 6 Desember hingga 3 Januari dengan persentase mencapai sekitar 57 persen.
Sedangkan, berdasarkan pembaruan data dari BMKG, kondisi cuaca mulai awal Januari hingga Februari diperkirakan kembali normal. Bahkan, pada periode tersebut Murung Raya cenderung mengalami cuaca panas.
Dengan kondisi ini, potensi terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya dinilai relatif kecil dalam waktu dekat. Meski demikian, Indra mengungkapkan bahwa peningkatan curah hujan berpotensi kembali terjadi sekitar bulan Maret.
“Perkiraan dari BMKG, kemungkinan hujan lebat atau banjir itu baru akan meningkat di bulan Maret,” katanya seraya memastikan kesiapannya untuk terus memantau perkembangan cuaca dan siap memberikan data pendukung dari BMKG apabila dibutuhkan.(pan)


