TAMIANG LAYANG – Bupati
Ampera AY Mebas mengatakan, akan mengevaluasi pos jaga perbatasan Kabupaten Barito
Timur – Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut dia, hal
tersebut menyusul meningkatnya kasus positif Covid-19 di wilayah itu.
“Kita akan evaluasi pos
perbatasan (di Benua Lima, Red) untuk lebih memperketat penjagaan,” kata
bupati, Minggu (12/7).
Sejauh ini, sambung bupati,
pemerintah melalui gugus tugas maksimal dalam percepatan memutus mata rantai
Covid-19. Salah satu upaya agar tidak kecolongan, daerah memperketat fasilitas
yang setiap hari dikunjungi, yakni pasar dengan memasang kawat berduri
keliling.
Bupati menambahkan, dalam penanganannya,
daerah telah menyiapkan anggaran senilai Rp61 Miliar dari recofusing atau
realokasi anggaran. Untuk saat ini, papar dia, baru direalisasikan sekitar Rp 9,6
Miliar berjalan. “Anggaran masih tersedia dan jika diperlukan akan kembali
dipergunakan setelah dilakukan rapat teknis gugus tugas,” ujarnya.
Sementara tempat isolasi,
ulas bupati, daerah telah menyiapkan tiga titik. Yaitu rumah sakit, Kantor Kesbangpol
dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang tengah proses koordinasi.
“Untuk Kantor Kesbangpol untuk pasien OTG
dan warga reaktif nanti diarahkan ke rusunawa. Jika pasien positif memerlukan
penanganan serius di rumah sakit,” katanya seraya menegaskan, pelayanan
dipisah guna mengoptimalisasi penanganan.