25.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Perbaiki Jalan dan Jembatan Daerah Utara

SAMPIT–Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) diminta jajaran DPRD Kotim untuk tidak
mengabaikan pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan pelosok. Pasalnya, infrastruktur
di pelosok sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama perbaikan dan jembatan di
daerah utara Kabupaten Kotim.

“Jangan seolah kerusakan
jalan di kawasan pelosok itu dianggap hal biasa sehingga tidak terlalu
diperhatikan,” uajr Anggota DPRD Kotim M Abadi, Minggu (12/1).

Menurutnya, setiap kunjungan
kerja para anggota DPRD Kotim ke daerah utara yang meliputi enam kecamatan
yakni Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu dan
Bukit Santuai, msalah infrastruktur adalah usulan yang banyak disampaikan
warga. Sesuai fakta ditegaskannya, masyarakat memang sangat membutuhkan
pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan dan fasilitas lainnya. Hal ini demi
kelancaran kegiatan ekonomi mereka.

Baca Juga :  Astaga!, Masyarakat Masih Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

“Saat ini infrastruktur
di kawasan Utara ini masih terbatas. Bahkan ada desa yang belum bisa diakses
melalui jalur darat, sehingga warga harus mengandalkan transportasi sungai. Kami
meminta kepekaan pejabat penentu kebijakan untuk merespons jeritan masyarakat
di kawasan pelosok yang mendambakan infrastruktur memadai. Apalagi ini
merupakan urusan wajib pemerintah daerah untuk menyediakannya,” ujar Abadi
yang merupakan legislator dari dapil V ini.

Ketua Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan bahwa dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 69 sudah
ditegaskan tentang kewajiban pemerintah dalam hal menyediakan sarana bagi
publik. Melihat hal tersebut, pemkab diminta memperbaiki kerusakan jembatan dan
jalan di Desa Tanjung Jariangau dan Desa Bawan merupakan jalan kabupaten yang
saat ini rusak.

Baca Juga :  Musda Diminta Dapat Lakukan Evaluasi Program Kerja

“Kalau bicara
keterbatasan anggaran itu pasti selalu kurang, yang terpenting itu adalah
bagaimana pemerintah membuktikan apakah mereka serius memperhatikan atau tidak.
Kalau serius, pasti akan menjadikannya sebagai program prioritas sehingga
anggarannya juga dapat diupayakan,” pungkasnya.(bah/ila)

SAMPIT–Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) diminta jajaran DPRD Kotim untuk tidak
mengabaikan pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan pelosok. Pasalnya, infrastruktur
di pelosok sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama perbaikan dan jembatan di
daerah utara Kabupaten Kotim.

“Jangan seolah kerusakan
jalan di kawasan pelosok itu dianggap hal biasa sehingga tidak terlalu
diperhatikan,” uajr Anggota DPRD Kotim M Abadi, Minggu (12/1).

Menurutnya, setiap kunjungan
kerja para anggota DPRD Kotim ke daerah utara yang meliputi enam kecamatan
yakni Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu dan
Bukit Santuai, msalah infrastruktur adalah usulan yang banyak disampaikan
warga. Sesuai fakta ditegaskannya, masyarakat memang sangat membutuhkan
pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan dan fasilitas lainnya. Hal ini demi
kelancaran kegiatan ekonomi mereka.

Baca Juga :  Astaga!, Masyarakat Masih Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

“Saat ini infrastruktur
di kawasan Utara ini masih terbatas. Bahkan ada desa yang belum bisa diakses
melalui jalur darat, sehingga warga harus mengandalkan transportasi sungai. Kami
meminta kepekaan pejabat penentu kebijakan untuk merespons jeritan masyarakat
di kawasan pelosok yang mendambakan infrastruktur memadai. Apalagi ini
merupakan urusan wajib pemerintah daerah untuk menyediakannya,” ujar Abadi
yang merupakan legislator dari dapil V ini.

Ketua Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan bahwa dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 69 sudah
ditegaskan tentang kewajiban pemerintah dalam hal menyediakan sarana bagi
publik. Melihat hal tersebut, pemkab diminta memperbaiki kerusakan jembatan dan
jalan di Desa Tanjung Jariangau dan Desa Bawan merupakan jalan kabupaten yang
saat ini rusak.

Baca Juga :  Musda Diminta Dapat Lakukan Evaluasi Program Kerja

“Kalau bicara
keterbatasan anggaran itu pasti selalu kurang, yang terpenting itu adalah
bagaimana pemerintah membuktikan apakah mereka serius memperhatikan atau tidak.
Kalau serius, pasti akan menjadikannya sebagai program prioritas sehingga
anggarannya juga dapat diupayakan,” pungkasnya.(bah/ila)

Terpopuler

Artikel Terbaru