PALANGKA
RAYA–Memasuki
awal tahun Pemerintah Kota (Pemko) dan masyarakat
Kota Cantik Palangka Raya tengah menghadapi
ujian. Hujan yang mengguyur kota ini semalaman mengakibatkan
hampir sebagian besar wilayah kembali banjir dan terendam air.
Ketua
Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Nenie Adriati Lambung mengatakan, agar pemerintah mencari solusi
untuk mewaspadai dan mengantisipasi musibah banjir, sehingga tidak menunggu
adanya laporan dari masyarakat.
Dinas
terkait harus berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Kota Palangka
Raya. Di samping itu masyarakatpun tidak kalah pentingnya
untuk bisa ambil bagian menjaga serta membantu pemerintah dalam upaya
pencegahan bencana.
“Dampak
bencana dari hujan tidak hanya dari banjir saja, banyak yang harus masyarakat
perhatikan dan waspadai. Contoh pohon tumbang, longsor, wabah penyakit dan
masih banyak lainnya,†jelas Nenie kepada Kalteng Pos, Senin (6/1).
Dijelaskannya,
bagi dinas terkait agar melakukan pemangkasan pada bagian ranting-ranting dan batang
pohon yang menjulur ke badan
jalan agar
tidak menimbulkan resiko yang tidak di inginkan terjadi sehingga pengguna jalan
umum tetap dalam keadaan aman dalam berkendara
apabila terjadi hujan.
“Jika
curah hujan dalam keadaan tinggi pasti akan disertai angin kencang, maka perlu
kiranya perlu saya imbau bagi pengguna jalan sambil memperhatikan baleho, tiang
listrik, pohon, yang sekiranya dapat membahayakan diri saat keluar di musim penghujan,†kata Nenie.
Politisi
PDI Perjuangan ini berharap, agar tetap saling mengingatkan antar satu dan
lainnya dalam menjaga keselamatan. Pemko tidak dapat bekerja menangani
permasalahan yang terjadi di Kota Palangka Raya sendiri, perlu adanya kesadaran
dari masyarakat untuk ambil bagian menjaga kenyamanan, kelancaran, dan
keselamatan masyarakat khususnya Kota Palangka Raya. (*pra/ari)