Hermansyah mengaku tidak menyangka antusiasme peserta begitu besar. Semula panitia hanya memperkirakan sekitar 20 hingga 30 orang yang akan hadir.
“Kami benar-benar di luar dugaan. Ternyata pesertanya sangat banyak. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tapin, termasuk Bupati Tapin dan Ketua DPRD Tapin yang disebut memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.
Bahkan, bupati berencana memfasilitasi kegiatan serupa di Pendopo Kabupaten Tapin dengan skala yang lebih besar.
“Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan di Pendopo dan mengundang peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan rencana itu bisa terwujud sehingga pelestarian pusaka daerah semakin berkembang,” pungkasnya.(jpg)
Hermansyah mengaku tidak menyangka antusiasme peserta begitu besar. Semula panitia hanya memperkirakan sekitar 20 hingga 30 orang yang akan hadir.
“Kami benar-benar di luar dugaan. Ternyata pesertanya sangat banyak. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tapin, termasuk Bupati Tapin dan Ketua DPRD Tapin yang disebut memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.
Bahkan, bupati berencana memfasilitasi kegiatan serupa di Pendopo Kabupaten Tapin dengan skala yang lebih besar.
“Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan di Pendopo dan mengundang peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan rencana itu bisa terwujud sehingga pelestarian pusaka daerah semakin berkembang,” pungkasnya.(jpg)