Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Sabtu (27/12).
Lebih dari 50 petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi ratusan warga yang terjebak luapan air.
Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, memimpin langsung operasi penyelamatan di Desa Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi. Curah hujan tinggi sejak malam hingga pagi hari disinyalir menjadi penyebab utama air sungai meluap dengan cepat ke permukiman.
Ribuan KK Terdampak di Kecamatan Tebing Tinggi
Dampak terparah sejauh ini dilaporkan terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi. Hingga Sabtu sore, petugas masih terus melakukan pendataan sambil membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga.
“Petugas masih bekerja di lapangan, data sementara yang berhasil kami himpun ada 1.466 rumah dan 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang khusus di Kecamatan Tebing Tinggi yang mencakup delapan desa,” ujar AKBP Yulianor Abdi dikutip dari Antara, Sabtu (27/12).
Delapan desa yang terdampak signifikan di wilayah tersebut meliputi:
- Desa Mayanau
- Desa Tebing Tinggi
- Desa Simpang Bumbuan
- Desa Simpang Nadong
- Desa Sungsum
- Desa Juuh
- Desa Gunung Batu
- Desa Langkap
Tidak hanya fokus pada evakuasi, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, TRC BPBD Balangan, hingga relawan mulai bergerak ke titik-titik yang airnya sudah mulai surut. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan membantu pembersihan pascabanjir.
Ia menyampaikan hingga saat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, relawan, TRC BPBD Balangan, dan petugas lainnya masih di lokasi membantu warga, khususnya di beberapa lokasi yang sudah surut untuk membantu warga membersihkan lumpur dari dalam rumah.
Selain Tebing Tinggi, terjangan banjir bandang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Halong. Sementara itu, wilayah Kecamatan Awayan mengalami banjir dengan skala yang lebih biasa.
Hingga pukul 18.00 WITA, petugas gabungan masih berjibaku menghimpun data pasti mengenai total jiwa yang terdampak di tiga kecamatan tersebut.
Cuaca yang belum stabil membuat petugas tetap siaga di lapangan guna mengantisipasi banjir susulan.(jpc)


