32.1 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024
spot_img

Gadis Cantik Tewas Misterius di Dalam Kamar

PROKALTENG.CO-Nor Baiti Rahmah, seorang pelajar di Kabupaten Tapin, tewas misterius di dalam kamarnya, Minggu (25/4) lalu. Gadis 17 tahun ini ditemukan tak bernyawa di rumah milik pamannya, Nasrullah di Jalan A Yani Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

Dari informasi yang dihimpun, Nor Baiti yang akrab dipanggil Ira ini sempat makan sahur bersama keluarga Nasrullah, salah seorang anggota DPRD Tapin. Seisi rumah kemudian berangkat ke masjid untuk salat subuh, sementara Ira ditinggal sendiri dalam rumah.

Setelah keluarga pulang ke dalam rumah. Mereka memangil-manggil Ira namun tak ada sahutan. Abdul Hadi, seorang kerabat, kemudian mencoba masuk ke kamar Ira lewat jendela.

Betapa kagetnya ia ketika melihat Ira telah terbujur kaku dengan wajah terlilit seprai. Di wajah Ira yang diperkirakan sudah tewas saat itu terdapat luka lebam. Selain itu, telinganya juga mengeluarkan darah.

Ira langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satu Sanggul. Namun, nyawanya tak bisa ditolong.

Kapolsek Tapin Utara Ipda Subroto Rindang Ari Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Namun pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya Ira. Sementara Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP I Kade Dwi Suryawandika saat dihubungi masih belum memberikan jawaban.

Baca Juga :  Pinjamkan Motor ke Teman yang Bebas dari Lapas, Motor Tak Kembali

Pantauam Radar Banjarmasin (jaringan prokalteng.co) di lokasi tersebut sore kemarin, terlihat mobil Inafis Polda Kalsel. Tidak hanya itu, terlihat juga di atas rumah ada aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan.

Kesaksian teman-temannya yang sehari sebelumnya bertemu Ira, tidak ada tanda-tanda depresi atau keinginan bunuh diri. "Sedih dan nyesek banget, saya tak menyangka ia berpulang dalam keadaan seperti itu," ungkap Eka dengan perasaan sedih. Ia mengaku sudah dari kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) berteman dengan almarhumah.

Diceritakan Eka memang sehari sebelum kejadian, mereka jalan-jalan untuk ngabuburit. Selama itu pun, almarhumah tidak ada bercerita apa-apa.
"Kesehariannya di kelas, ia sosok yang ceria. Namun kalau lagi badmood akan diam. Tapi almarhumah asyik dalam berteman," tambah Gita teman satu kelas almarhumah.

Baca Juga :  Lukai Petugas, Warga Hulu Sungai Ini Diamankan

Tidak hanya itu, ia salah satu teman yang selalu berprestasi. Terbukti selalu rangking di kelas dan aktif di organisasi seperti pramuka."Jelas kami sangat kehilangan, rasa hampa karena sering bermain bersama-sama," ucap mereka sedih.

Kepala Tata Usaha MAN 1 Tapin, Sampurnawati, mengakui bahwa almarhumah Nor Baiti Rahmah merupakan siswi yang sangat berprestasi. Baik secara akademik dan non akademik.

"Di sekolah selalu rangking pertama, dari kelas 10 sampai 12. Sedangkan prestasi diluar, ia selalu juara pertama lomba-lomba, terutama bidang tari," bebernya.

Nor Baiti Rahmah sendiri baru saja lulus sekolah dan mendaftar melalui jalur SNMPTN dan diterima di program studi psikologi fakultas kedokteran ULM. Cucu mantan Bupati Tapin Ahmad Makkie ini terkenal cerdas.

Wakamad Kesiswaan MAN 1 Tapin, Mohammad Ridha Khairani mengungkapkan bahwa atas nama keluarga besar MAN 1 Tapin tutur berduka cita dan kehilangan siswi yang sangat berprestasi. "Berharap kepada pihak kepolisian bisa cepat mengusut kasus tersebut," harapnya.

PROKALTENG.CO-Nor Baiti Rahmah, seorang pelajar di Kabupaten Tapin, tewas misterius di dalam kamarnya, Minggu (25/4) lalu. Gadis 17 tahun ini ditemukan tak bernyawa di rumah milik pamannya, Nasrullah di Jalan A Yani Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

Dari informasi yang dihimpun, Nor Baiti yang akrab dipanggil Ira ini sempat makan sahur bersama keluarga Nasrullah, salah seorang anggota DPRD Tapin. Seisi rumah kemudian berangkat ke masjid untuk salat subuh, sementara Ira ditinggal sendiri dalam rumah.

Setelah keluarga pulang ke dalam rumah. Mereka memangil-manggil Ira namun tak ada sahutan. Abdul Hadi, seorang kerabat, kemudian mencoba masuk ke kamar Ira lewat jendela.

Betapa kagetnya ia ketika melihat Ira telah terbujur kaku dengan wajah terlilit seprai. Di wajah Ira yang diperkirakan sudah tewas saat itu terdapat luka lebam. Selain itu, telinganya juga mengeluarkan darah.

Ira langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satu Sanggul. Namun, nyawanya tak bisa ditolong.

Kapolsek Tapin Utara Ipda Subroto Rindang Ari Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Namun pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya Ira. Sementara Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP I Kade Dwi Suryawandika saat dihubungi masih belum memberikan jawaban.

Baca Juga :  Pinjamkan Motor ke Teman yang Bebas dari Lapas, Motor Tak Kembali

Pantauam Radar Banjarmasin (jaringan prokalteng.co) di lokasi tersebut sore kemarin, terlihat mobil Inafis Polda Kalsel. Tidak hanya itu, terlihat juga di atas rumah ada aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan.

Kesaksian teman-temannya yang sehari sebelumnya bertemu Ira, tidak ada tanda-tanda depresi atau keinginan bunuh diri. "Sedih dan nyesek banget, saya tak menyangka ia berpulang dalam keadaan seperti itu," ungkap Eka dengan perasaan sedih. Ia mengaku sudah dari kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) berteman dengan almarhumah.

Diceritakan Eka memang sehari sebelum kejadian, mereka jalan-jalan untuk ngabuburit. Selama itu pun, almarhumah tidak ada bercerita apa-apa.
"Kesehariannya di kelas, ia sosok yang ceria. Namun kalau lagi badmood akan diam. Tapi almarhumah asyik dalam berteman," tambah Gita teman satu kelas almarhumah.

Baca Juga :  Lukai Petugas, Warga Hulu Sungai Ini Diamankan

Tidak hanya itu, ia salah satu teman yang selalu berprestasi. Terbukti selalu rangking di kelas dan aktif di organisasi seperti pramuka."Jelas kami sangat kehilangan, rasa hampa karena sering bermain bersama-sama," ucap mereka sedih.

Kepala Tata Usaha MAN 1 Tapin, Sampurnawati, mengakui bahwa almarhumah Nor Baiti Rahmah merupakan siswi yang sangat berprestasi. Baik secara akademik dan non akademik.

"Di sekolah selalu rangking pertama, dari kelas 10 sampai 12. Sedangkan prestasi diluar, ia selalu juara pertama lomba-lomba, terutama bidang tari," bebernya.

Nor Baiti Rahmah sendiri baru saja lulus sekolah dan mendaftar melalui jalur SNMPTN dan diterima di program studi psikologi fakultas kedokteran ULM. Cucu mantan Bupati Tapin Ahmad Makkie ini terkenal cerdas.

Wakamad Kesiswaan MAN 1 Tapin, Mohammad Ridha Khairani mengungkapkan bahwa atas nama keluarga besar MAN 1 Tapin tutur berduka cita dan kehilangan siswi yang sangat berprestasi. "Berharap kepada pihak kepolisian bisa cepat mengusut kasus tersebut," harapnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru