PROKALTENG.CO-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanah Laut (Tala) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah kos di wilayah Pelaihari, Kamis (22/1/2026) dini hari. Operasi ini dilakukan menyusul laporan warga yang resah terhadap aktivitas di lokasi tersebut.
Dalam sidak tersebut, petugas mengamankan sejumlah pasangan bukan muhrim yang kedapatan berada dalam satu kamar. Selain itu, aparat juga menemukan obat-obatan serta beberapa botol minuman keras (miras) oplosan yang disembunyikan di salah satu kamar penghuni kos.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tala, Danoe Sulaiman mengatakan, sidak dilakukan di seluruh kamar rumah kos yang berada di belakang Kuburan Muslimin Pelaihari. Dari hasil pemeriksaan, beberapa pasangan tidak dapat menunjukkan bukti pernikahan yang sah.
“Kami mendapati sejumlah pasangan yang tidak bisa menunjukkan surat nikah saat berada di dalam kamar,” ujar Danoe, Jumat (23/1/2026).
Tak hanya melanggar norma sosial, temuan tersebut juga mengindikasikan adanya dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang serta peredaran miras oplosan di lingkungan rumah kos.
Danoe menambahkan, seluruh barang bukti bersama para penghuni yang terjaring sidak telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tala. Langkah ini dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine sebagai upaya deteksi dini.
“Kami berharap masyarakat terus berperan aktif melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan,” ucapnya.
Terpisah, Kasi Rehabilitasi BNNK Tala, Budhy Setya Nugraha mengungkapkan dari delapan orang yang diserahkan ke pihaknya dua diantaranya positif amphetamin/methampetamin atau sabu.
Kemudian lima orang positif benzodiazepine yaitu penyalahgunaan obat celedryl dan satu orang negatif. “Selain itu mereka juga mengkonsumsi alkohol 95 persen alias gaduk dan lem fox,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, mereka yang positif sabu dan penyalahguna obat akan menjalani rehabilitasi di BNNK Tala semalam delapan kali pertemuan. “Jika masih ketergantungan, rehabilitasinya akan diperpanjang,” tutupnya.(jpg)


