25.7 C
Jakarta
Saturday, February 21, 2026

Black Box Belum Ditemukan, KNKT Segera Turun Selidiki Jatuhnya Pesawat Pelita Air

PROKALTENG.CO-Kotak hitam (black box) pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air Services yang jatuh di kawasan Krayan hingga kini belum ditemukan. Proses pencarian masih menunggu cuaca membaik, sementara penyebab kecelakaan dipastikan akan diungkap melalui investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo menegaskan, pihaknya belum masuk pada tahap pencarian black box karena fokus awal adalah evakuasi korban. “Black box belum terlihat. Kami belum sampai ke tahap itu karena kondisi cuaca di lokasi masih kurang mendukung. Prioritas utama tadi adalah mengevakuasi jenazah pilot terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (19/2).

Menurutnya, keberadaan black box menjadi kunci untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan pesawat yang jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari runway 22 tersebut.

Baca Juga :  Jet Tempur Jatuh Menimpa Sekolah di Bangladesh, 27 Tewas dan Ratusan Terluka

Penyelidikan insiden ini sepenuhnya menjadi kewenangan KNKT. Tim investigasi bersama pihak maskapai dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Tarakan sebelum bergerak ke lokasi kejadian di Krayan. “Untuk penyebab kejadian tentu tidak bisa kami sampaikan sekarang. Itu nanti akan diselidiki oleh KNKT,” tegas Andreas.

Investigasi KNKT nantinya akan mencakup pengumpulan data lapangan, pencarian black box, pemeriksaan bangkai pesawat, hingga analisis teknis dan operasional penerbangan. Upaya menuju lokasi jatuhnya pesawat pada Kamis (19/2) terpaksa ditunda. Kondisi awan rendah dinilai berisiko bagi penerbangan.

“Saat kejadian base cloud di 1.400 feet, sekarang turun menjadi 1.000 feet. Itu sangat berisiko, sehingga kami putuskan tidak berangkat hari ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pesta Miras Berakhir Maut, Rizky Dihabisi Teman Sendiri

Tim gabungan Lanud Anang Busra, Basarnas dan pihak maskapai dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) pada Jumat pagi jika cuaca di Long Bawang membaik. Pada tahap itulah pencarian black box akan mulai dilakukan.

Electronic money exchangers listing

Informasi awal dari maskapai menyebutkan bahan bakar telah diturunkan sebelum pesawat kembali ke Tarakan. Pesawat kemudian lepas landas dan jatuh sekitar dua hingga tiga mil dari ujung landasan.

Namun, Andreas menegaskan seluruh data tersebut belum dapat dijadikan dasar kesimpulan sebelum investigasi KNKT dilakukan. “Semua masih informasi awal. Penyebab pasti menunggu hasil investigasi KNKT,” tegasnya.

Ia memastikan setiap perkembangan, termasuk temuan black box, akan disampaikan secara resmi setelah proses investigasi berjalan. (zar/jnr/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Kotak hitam (black box) pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air Services yang jatuh di kawasan Krayan hingga kini belum ditemukan. Proses pencarian masih menunggu cuaca membaik, sementara penyebab kecelakaan dipastikan akan diungkap melalui investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo menegaskan, pihaknya belum masuk pada tahap pencarian black box karena fokus awal adalah evakuasi korban. “Black box belum terlihat. Kami belum sampai ke tahap itu karena kondisi cuaca di lokasi masih kurang mendukung. Prioritas utama tadi adalah mengevakuasi jenazah pilot terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (19/2).

Menurutnya, keberadaan black box menjadi kunci untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan pesawat yang jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari runway 22 tersebut.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Jet Tempur Jatuh Menimpa Sekolah di Bangladesh, 27 Tewas dan Ratusan Terluka

Penyelidikan insiden ini sepenuhnya menjadi kewenangan KNKT. Tim investigasi bersama pihak maskapai dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Tarakan sebelum bergerak ke lokasi kejadian di Krayan. “Untuk penyebab kejadian tentu tidak bisa kami sampaikan sekarang. Itu nanti akan diselidiki oleh KNKT,” tegas Andreas.

Investigasi KNKT nantinya akan mencakup pengumpulan data lapangan, pencarian black box, pemeriksaan bangkai pesawat, hingga analisis teknis dan operasional penerbangan. Upaya menuju lokasi jatuhnya pesawat pada Kamis (19/2) terpaksa ditunda. Kondisi awan rendah dinilai berisiko bagi penerbangan.

“Saat kejadian base cloud di 1.400 feet, sekarang turun menjadi 1.000 feet. Itu sangat berisiko, sehingga kami putuskan tidak berangkat hari ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pesta Miras Berakhir Maut, Rizky Dihabisi Teman Sendiri

Tim gabungan Lanud Anang Busra, Basarnas dan pihak maskapai dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) pada Jumat pagi jika cuaca di Long Bawang membaik. Pada tahap itulah pencarian black box akan mulai dilakukan.

Informasi awal dari maskapai menyebutkan bahan bakar telah diturunkan sebelum pesawat kembali ke Tarakan. Pesawat kemudian lepas landas dan jatuh sekitar dua hingga tiga mil dari ujung landasan.

Namun, Andreas menegaskan seluruh data tersebut belum dapat dijadikan dasar kesimpulan sebelum investigasi KNKT dilakukan. “Semua masih informasi awal. Penyebab pasti menunggu hasil investigasi KNKT,” tegasnya.

Ia memastikan setiap perkembangan, termasuk temuan black box, akan disampaikan secara resmi setelah proses investigasi berjalan. (zar/jnr/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/