27.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Di Kalsel, PPKM Tetap Dilanjutkan

Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel Safrizal mengatakan, angka kasus Covid-19 di provinsi itu masih tinggi. Sehingga, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tetap dilanjutkan.

”Beberapa hal yang harus ditingkatkan seperti meningkatkan tracing dan traking, mendata warga isoman dan memperbanyak BOR. Bagi masyarakat yang isolasi terpusat maupun isolasi mandiri jangan sendiri di rumah, tanpa pengawasan dokter dan obat, karena akan tambah parah,” kata Safrizal seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Kalsel merupakan buah dari beberapa perayaan yang menimbulkan kerumunan. Selain itu, prokes sudah mulai diabaikan masyarakat. ”Angka meninggal dunia akibat Covid-19 di Kalsel sempat tertinggi di Indonesia. Operasi yustisi harus masif dilakukan, jika terus seperti ini angka Covid-19 Kalsel masih dalam rangking 10 besar di Indonesia,” terang Rikwanto.

Baca Juga :  Penambangan Ilegal Mengintai Meratus

Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah menambahkan, untuk menangani pandemi harus dengan kerja sama. Selain itu, kabijakan yang diambil harus berdasar data temuan di lapangan.

”Cara bertindak di lapangan yaitu harus mengoptimalkan protokol kesehatan di seluruh daerah, karena kasus nyata yang dihadapi adalah kerumunan tanpa penerapan prokes, lakukan teguran secara sopan kepada masyarakat,” ucap Firmansyah.

”Mari kita terapkan dengan baik laporan kegiatan di lapangan, ini harus menjadi prioritas kita bersama. Saya menggaris bawahi bahwa berkaitan OTG yang ada, laksanakan tracing dengan aplikasi Silacak dengan baik. Ini adalah alat yang kita gunakan untuk bekerja,” tambah dia.

Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel Safrizal mengatakan, angka kasus Covid-19 di provinsi itu masih tinggi. Sehingga, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tetap dilanjutkan.

”Beberapa hal yang harus ditingkatkan seperti meningkatkan tracing dan traking, mendata warga isoman dan memperbanyak BOR. Bagi masyarakat yang isolasi terpusat maupun isolasi mandiri jangan sendiri di rumah, tanpa pengawasan dokter dan obat, karena akan tambah parah,” kata Safrizal seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Kalsel merupakan buah dari beberapa perayaan yang menimbulkan kerumunan. Selain itu, prokes sudah mulai diabaikan masyarakat. ”Angka meninggal dunia akibat Covid-19 di Kalsel sempat tertinggi di Indonesia. Operasi yustisi harus masif dilakukan, jika terus seperti ini angka Covid-19 Kalsel masih dalam rangking 10 besar di Indonesia,” terang Rikwanto.

Baca Juga :  Penambangan Ilegal Mengintai Meratus

Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah menambahkan, untuk menangani pandemi harus dengan kerja sama. Selain itu, kabijakan yang diambil harus berdasar data temuan di lapangan.

”Cara bertindak di lapangan yaitu harus mengoptimalkan protokol kesehatan di seluruh daerah, karena kasus nyata yang dihadapi adalah kerumunan tanpa penerapan prokes, lakukan teguran secara sopan kepada masyarakat,” ucap Firmansyah.

”Mari kita terapkan dengan baik laporan kegiatan di lapangan, ini harus menjadi prioritas kita bersama. Saya menggaris bawahi bahwa berkaitan OTG yang ada, laksanakan tracing dengan aplikasi Silacak dengan baik. Ini adalah alat yang kita gunakan untuk bekerja,” tambah dia.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru