31 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Hiraukan PPKM, Tawuran di Kalsel Sering Terjadi

PROKALTENG.CO-Tawuran dua kelompok remaja   menjadi viral di media sosial. Membawa pentungan, tampak mereka saling mengejar ke arah Menara Pandang. Entah siapa yang merekamnya, tapi terjadi pada Ahad (12/9) pagi lalu. Yang paling disayangkan, tak tampak Satpol PP atau polisi di kawasan itu. Padahal, selama PPKM level 4, objek wisata harus ditutup. Artinya kawasan itu memang tak dijaga.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Gadang, Askar menegaskan ini bukan tawuran pertama. Bahkan ia menyebut sudah puluhan kali. “Sudah sering, tapi kelompoknya berbeda-beda,” kata Askar, (14/9).

Dia menyebut, salah satu penyebabnya adalah minuman keras oplosan murah meriah. “Rata-rata lantaran mabuk,” tambahnya.

Ia hanya menyayangkan, kebanyakan warga atau pengendara hanya menonton. Tak ada yang melaporkannya. Sementara kelurahan tak mungkin mengawasi kawasan itu terus-menerus. “Harus ada aduan dulu, baru bisa kami laporkan ke polsek,” jelasnya.

Baca Juga :  Satgas Sekat Pemudik Trans Kalimantan

Secara terpisah, Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Susilo juga menekankan hal serupa. Tanpa laporan, aparat tak bisa mengejar pelakunya atau datang ke lokasi dengan tepat waktu.

“Untuk menghindari jatuhnya korban,” ujarnya. Tapi Susilo berjanji akan mengupayakan pencegahan. “Nanti lewat patroli,” tukasnya.

PROKALTENG.CO-Tawuran dua kelompok remaja   menjadi viral di media sosial. Membawa pentungan, tampak mereka saling mengejar ke arah Menara Pandang. Entah siapa yang merekamnya, tapi terjadi pada Ahad (12/9) pagi lalu. Yang paling disayangkan, tak tampak Satpol PP atau polisi di kawasan itu. Padahal, selama PPKM level 4, objek wisata harus ditutup. Artinya kawasan itu memang tak dijaga.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Gadang, Askar menegaskan ini bukan tawuran pertama. Bahkan ia menyebut sudah puluhan kali. “Sudah sering, tapi kelompoknya berbeda-beda,” kata Askar, (14/9).

Dia menyebut, salah satu penyebabnya adalah minuman keras oplosan murah meriah. “Rata-rata lantaran mabuk,” tambahnya.

Ia hanya menyayangkan, kebanyakan warga atau pengendara hanya menonton. Tak ada yang melaporkannya. Sementara kelurahan tak mungkin mengawasi kawasan itu terus-menerus. “Harus ada aduan dulu, baru bisa kami laporkan ke polsek,” jelasnya.

Baca Juga :  Satgas Sekat Pemudik Trans Kalimantan

Secara terpisah, Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Susilo juga menekankan hal serupa. Tanpa laporan, aparat tak bisa mengejar pelakunya atau datang ke lokasi dengan tepat waktu.

“Untuk menghindari jatuhnya korban,” ujarnya. Tapi Susilo berjanji akan mengupayakan pencegahan. “Nanti lewat patroli,” tukasnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru