26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Timur Tengah Memanas, Begini Kondisi Mahasiswa Banjarmasin di Mesir dan Yaman

PROKALTENG.CO-Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang panas-panasnya. Peperangan rudal antara Israel dan Iran dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi puluhan mahasiswa penerima beasiswa asal Banjarmasin yang sedang menempuh pendidikan di Yaman dan Mesir.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memastikan, kondisi para mahasiswa tersebut dalam kondisi aman.

Jauh dari wilayah konflik, namun kewaspadaan akan terus ditingkatkan selagi situasi di Timur Tengah belum terkendali.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Juli Khair melalui Kassubbag Bina Mental dan Spiritual, Maya mengatakan laporan terkait kondisi mahasiswa terus diminta. Perkembangan situasi pun terus dipantau.

Selain itu, mereka juga dalam pantauan dan komunikasi langsung oleh pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin selaku pengelola hibah beasiswa dari Pemko Banjarmasin tersebut.

Baca Juga :  Tragedi Mahasiswa Universitas Udayana Bali, Dugaan Bullying Berujung Kematian

“Mereka aman dan berkuliah seperti biasanya. Sebelum konflik, mereka juga dikunjungi sewaktu-waktu oleh MUI,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Diakui, kawasan Timur Tengah tetap termasuk sebagai wilayah rawan terdampak perang meski lokasi pendidikan para mahasiswa ini tidak berada langsung di pusat-pusat konflik peperangan.

Electronic money exchangers listing

“Mereka aman, lokasinya masih sangat jauh dari wilayah konflik,” ucap Maya.

Namun, pihaknya meminta agar komunikasi jangan sampai terputus. Menginformasikan hal sekecil apapun dan jangan bepergian jauh dari lokasi belajar.

Para mahasiswa juga diminta agar jangan putus komunikasi dengan kedutaan atau perwakilan pemerintah Indonesia, baik yang berada di Yaman ataupun Mesir. Koordinasi otoritas resmi sangat penting jika sewaktu-waktu terjadi hal darurat.

Program beasiswa dari Pemko Banjarmasin ini sudah berjalan beberapa tahun ke belakang. Sebanyak 45 peserta telah diberangkatkan sejak 2021 hingga 2024.

Baca Juga :  Wajib Dicoba, Berikut 7 Cara Atasi Stres Bagi Mahasiswa dengan Sederhana

Kemudian, disusul sebanyak 14 peserta pada 2025. Totalnya mencapai 59 mahasiswa.

Sekretaris Umum MUI Banjarmasin, Muhlidi menjelaskan mereka menempuh pendidikan dan tersebar di kampus berbeda. Adapun dari Universitas Al-Wasathiyah di Hadramaut, Yaman dan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Awal tahun 2026, di antara mereka ada yang telah menyelesaikan pendidikan dan pulang ke Kota Seribu Sungai. “Ada sekitar 11-12 orang telah selesai pada Januari lalu. Pulang sebelum konflik terjadi,” tuturnya.

Pemko menekanan, mereka yang menempuh pendidikan wajib mengabdikan diri kembali, baik mendorong kemajuan SDM dan berkontribusi terhadap kemajuan Kota Banjarmasin. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang panas-panasnya. Peperangan rudal antara Israel dan Iran dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi puluhan mahasiswa penerima beasiswa asal Banjarmasin yang sedang menempuh pendidikan di Yaman dan Mesir.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memastikan, kondisi para mahasiswa tersebut dalam kondisi aman.

Jauh dari wilayah konflik, namun kewaspadaan akan terus ditingkatkan selagi situasi di Timur Tengah belum terkendali.

Electronic money exchangers listing

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Juli Khair melalui Kassubbag Bina Mental dan Spiritual, Maya mengatakan laporan terkait kondisi mahasiswa terus diminta. Perkembangan situasi pun terus dipantau.

Selain itu, mereka juga dalam pantauan dan komunikasi langsung oleh pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin selaku pengelola hibah beasiswa dari Pemko Banjarmasin tersebut.

Baca Juga :  Tragedi Mahasiswa Universitas Udayana Bali, Dugaan Bullying Berujung Kematian

“Mereka aman dan berkuliah seperti biasanya. Sebelum konflik, mereka juga dikunjungi sewaktu-waktu oleh MUI,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Diakui, kawasan Timur Tengah tetap termasuk sebagai wilayah rawan terdampak perang meski lokasi pendidikan para mahasiswa ini tidak berada langsung di pusat-pusat konflik peperangan.

“Mereka aman, lokasinya masih sangat jauh dari wilayah konflik,” ucap Maya.

Namun, pihaknya meminta agar komunikasi jangan sampai terputus. Menginformasikan hal sekecil apapun dan jangan bepergian jauh dari lokasi belajar.

Para mahasiswa juga diminta agar jangan putus komunikasi dengan kedutaan atau perwakilan pemerintah Indonesia, baik yang berada di Yaman ataupun Mesir. Koordinasi otoritas resmi sangat penting jika sewaktu-waktu terjadi hal darurat.

Program beasiswa dari Pemko Banjarmasin ini sudah berjalan beberapa tahun ke belakang. Sebanyak 45 peserta telah diberangkatkan sejak 2021 hingga 2024.

Baca Juga :  Wajib Dicoba, Berikut 7 Cara Atasi Stres Bagi Mahasiswa dengan Sederhana

Kemudian, disusul sebanyak 14 peserta pada 2025. Totalnya mencapai 59 mahasiswa.

Sekretaris Umum MUI Banjarmasin, Muhlidi menjelaskan mereka menempuh pendidikan dan tersebar di kampus berbeda. Adapun dari Universitas Al-Wasathiyah di Hadramaut, Yaman dan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Awal tahun 2026, di antara mereka ada yang telah menyelesaikan pendidikan dan pulang ke Kota Seribu Sungai. “Ada sekitar 11-12 orang telah selesai pada Januari lalu. Pulang sebelum konflik terjadi,” tuturnya.

Pemko menekanan, mereka yang menempuh pendidikan wajib mengabdikan diri kembali, baik mendorong kemajuan SDM dan berkontribusi terhadap kemajuan Kota Banjarmasin. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/