NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Makrip Fudin (12) bocah laki-laki warga Desa Kujan, Kecamatan Bulik, masih dalam pencarian. Hingga hari kedua, Kamis (25/7) malam, bocah yang diyakini masyarakat setempat disembunyikan makhluk gaib itu belum juga ditemukan.
Menurut informasi di lapangan, Peristiwa itu terjadi dari Rabu siang (24/7/2024) pukul 14.00 sampai dengan Jumat (26/7) hari ini belum juga ditemukan. Banyak dari masyarakat sekitar dan instansi terkait membantu melakukan pencarian. Bahkan berbagai macam cara dilakukan, seperti ustaz yang mengumandangkan adzan dan doa, begendang nyiru beserta ritual lainnya.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, TNI dan Polri langsung turun ke lapangan guna mencari keberadaan korban hilang. Namun hingga tengah malam, tak kunjung ditemukan, dan pencarian dihentikan sementara Kamis malam (25/7) pada pukul 00.00.
Kepala BPBD Lamandau, Hendikel, menuturkan awal mula bocah itu ikut kedua orang tua nya menanam ubi di dekat wilayah rumahnya, setelah itu sekitar pukul 14.00, Rabu (24/7) korban pamit hendak pulang ke rumahnya untuk mengambil sandal, setelah dicari sekeliling rumah dan kebun tidak ditemukan.
“Setelah menerima laporan, bocah hilang tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar titik lokasi hilangnya korban,” ungkapnya, Jumat (26/7).
Tim terus melakukan penyusuran di daerah yang diperkirakan dilalui oleh anak tersebut dari pagi dan sampai sore. Bahkan, pada pukul 21.00 WIB hingga 23.55 WIB, Tim Gabungan kembali melakukan penyisiran kolam dan perkebunan kelapa sawit dengan radius kurang lebih 8 kilometer dan mengelilingi kebun.
“Pada pukul 00.00 WIB pencarian dihentikan untuk sementara, dan disepakati dilanjutkan pada esok harinya,” jelasnya.
Sementara itu masyarakat sekitar terus bertanya-tanya kemana anak itu hilangnya, bahkan kalau diperkirakan tenggelam di sungai, wilayah rumah jauh dari sungai itulah yang membuat bingung warga.
“Sudah keliling mencari dari parit kecil dan kepinggir sungai di ujungpun tidak ada tanda-tanda, bahkan kami bingung kalo di perkirakan jatuh di sungai sedangkan rumah jauh dari sungai, hanya sawit-sawitan disekitar,” ujar Badrun.
Sementara itu, walaupun ada parit kecil sudah dicek semuanya tidak ada tanda-tanda sama sekali.
“Saya berharap, semoga bisa segera ditemukan dalam keadaan utuh dan sehat, kita berdoa bersama-sama sambil mencarinya ikhtiar dan kita yakinkan dia masih dalam keadaan baik-baik saja,” bebernya. (bib)