Zhezee mengaku menjadi sasaran perundungan di media sosial dengan berbagai sebutan yang dianggap kekurangan, termasuk tudingan membawa isu suku.
Namun, ia menegaskan tidak pernah membawa atau menyerang identitas suku tertentu dalam unggahannya.
“Saya berani pastikan, bisa cek ke postingan ulun, tidak pernah membawa suku Banjar atau Dayak,” bebernya.
Sementara itu, Damang Pahandut William SE meminta agar seluruh unggahan yang dianggap dapat memicu masalah segera dihapus.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah unggahan terkait tapung tawar versi terbaru.
William menegaskan masyarakat yang hidup di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Kedamangan Pahandut Palangka Raya, harus menjunjung nilai Belom Bahadat atau hidup dengan tata krama dan menghormati sesama.(kpg)
Zhezee mengaku menjadi sasaran perundungan di media sosial dengan berbagai sebutan yang dianggap kekurangan, termasuk tudingan membawa isu suku.
Namun, ia menegaskan tidak pernah membawa atau menyerang identitas suku tertentu dalam unggahannya.
“Saya berani pastikan, bisa cek ke postingan ulun, tidak pernah membawa suku Banjar atau Dayak,” bebernya.
Sementara itu, Damang Pahandut William SE meminta agar seluruh unggahan yang dianggap dapat memicu masalah segera dihapus.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah unggahan terkait tapung tawar versi terbaru.
William menegaskan masyarakat yang hidup di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Kedamangan Pahandut Palangka Raya, harus menjunjung nilai Belom Bahadat atau hidup dengan tata krama dan menghormati sesama.(kpg)