PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Polisi menggelar pra rekonstruksi kasus penemuan mayat pria di Jalan Tjilik Riwut Km 50,4, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, Selasa (10/2/2026) malam. Dari rangkaian adegan yang diperagakan, terungkap detik-detik terakhir korban sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka.
Korban diketahui bernama Ardiansyah (24), warga Kabupaten Pulang Pisau yang akrab disapa Ale. Dalam pra rekonstruksi itu, polisi juga menemukan kaos hitam bergambar kelelawar yang diduga milik korban, berjarak sekitar 650 meter dari lokasi jenazah ditemukan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafizh Ramadhan bersama Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya dan personel gabungan.
Tiga rekan korban yang sebelumnya berangkat bersama Ale untuk bekerja ke Kabupaten Katingan turut dihadirkan. Ketiganya masih berstatus saksi dan dijemput untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, Kapolsek menyampaikan bahwa pra rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lapangan.
“Kami menghadirkan tiga rekan korban yang terakhir bersama almarhum. Kegiatan ini untuk memperjelas kronologi dan menguji kesesuaian keterangan mereka dengan fakta di lapangan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Pra rekonstruksi diawali di titik penemuan jenazah di depan Gang Mulia, Km 50,4. Selanjutnya, tim bergerak ke Km 51 yang diduga menjadi lokasi korban turun dari kendaraan.
Di lokasi tersebut, petugas melakukan penyisiran dan menemukan kaos hitam bergambar kelelawar sekitar 15 meter dari titik korban turun. Jaraknya kurang lebih 650 meter dari lokasi jenazah ditemukan.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat diminta kembali masuk ke mobil. Namun ia menolak dan akhirnya ditinggalkan oleh rekan-rekannya.
Sebelumnya, Ardiansyah ditemukan meninggal dunia pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan badan yang diduga akibat benda tajam. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum et repertum.
Ipda Hafizh menegaskan, seluruh rangkaian pra rekonstruksi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
“Kami masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Sampai saat ini, belum ada kesimpulan terkait ada tidaknya unsur tindak pidana,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dengan pengamanan ketat melibatkan 23 personel gabungan dari unsur Reskrim, Intelkam, SPKT, Provost, Inafis, hingga Unit Patroli Satlantas. (jef)


