24.2 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

UPR Nonjobkan Kaprodi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

PALANGKA RAYA รขโ‚ฌโ€œ Dr PS M.Pd, oknum dosen yang juga Ketua
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Palangka Raya (UPR), yang
menjadi terduga pelaku pelecehan seksual terhadap mahasiswi, telah dinonjobkan
dari jabatan.

Hal itu diungkapkan Rektor UPR Andrie Elia saat dihubungi kaltengpos.co
melalui telepon, Selasa (27/8) malam.

Menurut dia, penonjoban itu untuk memudahkan penyelidikan oleh pihak kepolisian
terhadap oknum terduga pelaku pelecehan seksual tersebut.

ร‚ โ€œYang bersangkutan telah kami
nonjobkan dari jabatan. Ini untuk memudahkan dalam penyelidikan oleh aparat
kepolisian,โ€ ucapnya.

(Baca juga: Oknum Dosen UPR sebagai
Tersangka Pelecehan Seksual
)

Andrie juga menegaskan, penanganan kasus ini perlu kehati-hatian dan tetap mengutamakan
praduga tak bersalah.

Baca Juga :  Ditemukan Obat Kuat dan Sajam Jenis Parang

Secara internal jelas Andrie Elia, pihaknya ร‚ juga telah membentuk tim investigasi untuk
mendalami kasus dugaan pelecehan seksual oknum dosen FKIP terhadap puluhan
mahasiswi tersebut.

โ€œKita juga telah membentuk tim investigasi unuk mengalami kasus
tersebut. Nanti setelah saya pulang kita akan sampaikan hasilnya. Saat ini kita
serahkan semua pada aparat kepolisian,โ€ pungkasnya. (arj/nto)

PALANGKA RAYA รขโ‚ฌโ€œ Dr PS M.Pd, oknum dosen yang juga Ketua
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Palangka Raya (UPR), yang
menjadi terduga pelaku pelecehan seksual terhadap mahasiswi, telah dinonjobkan
dari jabatan.

Hal itu diungkapkan Rektor UPR Andrie Elia saat dihubungi kaltengpos.co
melalui telepon, Selasa (27/8) malam.

Menurut dia, penonjoban itu untuk memudahkan penyelidikan oleh pihak kepolisian
terhadap oknum terduga pelaku pelecehan seksual tersebut.

ร‚ โ€œYang bersangkutan telah kami
nonjobkan dari jabatan. Ini untuk memudahkan dalam penyelidikan oleh aparat
kepolisian,โ€ ucapnya.

(Baca juga: Oknum Dosen UPR sebagai
Tersangka Pelecehan Seksual
)

Andrie juga menegaskan, penanganan kasus ini perlu kehati-hatian dan tetap mengutamakan
praduga tak bersalah.

Baca Juga :  Ditemukan Obat Kuat dan Sajam Jenis Parang

Secara internal jelas Andrie Elia, pihaknya ร‚ juga telah membentuk tim investigasi untuk
mendalami kasus dugaan pelecehan seksual oknum dosen FKIP terhadap puluhan
mahasiswi tersebut.

โ€œKita juga telah membentuk tim investigasi unuk mengalami kasus
tersebut. Nanti setelah saya pulang kita akan sampaikan hasilnya. Saat ini kita
serahkan semua pada aparat kepolisian,โ€ pungkasnya. (arj/nto)

Terpopuler

Artikel Terbaru