alexametrics
24.6 C
Palangkaraya
Tuesday, August 16, 2022

Dasar Kanal Berlumpur dan Gambut Persulit Pencarian Korban Tenggelam

PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO – Tim Search And Rescue (SAR) dibantu
warga, masih terus berusaha melakukan pencarian Galih Samoedra (13) yang
tenggelam di kanal terusan Sungai Kahayan, Kompleks Mendawai Palangka Raya, Selasa
(6/10) petang. Hingga sekitar tiga jam setelah dilaporkan tenggelam, upaya
pencarian masih belum menampakan hasil.

Petugas yang melakukan pencarian pun
mengalami sejumlah kendala di lapangan, seperti minimnya lampu penerangan
membuat mereka kesusahan dalam mencari tubuh bocah tenggelam.

Selain itu, dasar kanal yang
berjarak sekitar 30 menit dari Sungai Kahayan itu juga berlumpur.

“Di bawah itu gambut da
lumpur. Susah kita nyelamnya. Kalau kedalaman kira-kira ada sekitar 6 meter,”
ucap Ardi, salah seorang anggota tim SAR yang melakukan penyelaman.

Baca Juga :  Bupati Kudus Pernah Dipenjara, Kini Terancam Hukuman Seumur Hidup

Selain di koordinat tempat awal
korban diduga tenggelam, tim juga tampak dibagi dalam beberapa kelompok dan
melakukan penelusuran di sekitar lokasi kejadian.

Seperti diberitakan, kejadian itu
bermula ketika sejumlah anak remaja beramai-ramai ingin membuat konten video
YouTube. Namun dua orang bernama Galih dan Pandih tiba-tiba ingin berenang.

Menurut keterangan temannya,
Galih yang diketahui tidak bisa berenang, saat itu berkeras ingin berenang.
Walau sempat larang untuk tidak berenang ke tengah, namun peringatan itu tidak
diindahkan. Hingga akhirnya dia menghilang tenggelam.

PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO – Tim Search And Rescue (SAR) dibantu
warga, masih terus berusaha melakukan pencarian Galih Samoedra (13) yang
tenggelam di kanal terusan Sungai Kahayan, Kompleks Mendawai Palangka Raya, Selasa
(6/10) petang. Hingga sekitar tiga jam setelah dilaporkan tenggelam, upaya
pencarian masih belum menampakan hasil.

Petugas yang melakukan pencarian pun
mengalami sejumlah kendala di lapangan, seperti minimnya lampu penerangan
membuat mereka kesusahan dalam mencari tubuh bocah tenggelam.

Selain itu, dasar kanal yang
berjarak sekitar 30 menit dari Sungai Kahayan itu juga berlumpur.

“Di bawah itu gambut da
lumpur. Susah kita nyelamnya. Kalau kedalaman kira-kira ada sekitar 6 meter,”
ucap Ardi, salah seorang anggota tim SAR yang melakukan penyelaman.

Baca Juga :  Kisah Mistis Penjual Peti Jenazah, dari Aroma Wangi Hingga Suara Aneh

Selain di koordinat tempat awal
korban diduga tenggelam, tim juga tampak dibagi dalam beberapa kelompok dan
melakukan penelusuran di sekitar lokasi kejadian.

Seperti diberitakan, kejadian itu
bermula ketika sejumlah anak remaja beramai-ramai ingin membuat konten video
YouTube. Namun dua orang bernama Galih dan Pandih tiba-tiba ingin berenang.

Menurut keterangan temannya,
Galih yang diketahui tidak bisa berenang, saat itu berkeras ingin berenang.
Walau sempat larang untuk tidak berenang ke tengah, namun peringatan itu tidak
diindahkan. Hingga akhirnya dia menghilang tenggelam.

Most Read

Artikel Terbaru

/