PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Di tengah kebijakan pengetatan atau efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng). Gubernur H. Agustiar Sabran.
Memastikan bahwa kesejahteraan perangkat masyarakat di tingkat bawah tidak akan terganggu. Insentif bagi Ketua RT, Mantir Adat hingga pemuka agama dipastikan tetap berjalan.
Hal ini ditegaskan H. Agustiar Sabran saat dialog silaturahmi dengan awak media , Sabtu (31/1/26). Ia menekankan bahwa efisiensi dilakukan pada pos belanja operasional birokrasi, bukan pada hak-hak masyarakat.
Agustiar Sabran menjelaskan alasan mengapa insentif untuk tokoh masyarakat ini dipertahankan. Menurutnya, Ketua RT, Mantir, Damang, serta tokoh agama (Ustaz, Pendeta, dan lainnya) adalah garda terdepan atau ujung tombak dalam menjaga stabilitas dan pembangunan di Kalteng
“Semua RT yang ada di Kalteng dapat insentif. Semua Mantir yang ada se-Kalteng menerima insentif. Kami tahu, mereka adalah ujung tombak pembangunan daerah,” ujar Agustiar.
Ia menambahkan. Bahwa Mantir dan Damang memiliki peran vital dalam menjaga harkat martabat dan hukum adat Dayak. Begitu pula dengan peran RT yang mengetahui kondisi kesehatan dan sosial warganya secara detail, serta tokoh agama yang membina spiritual masyarakat.
“Walaupun (nilai insentifnya) tidak seberapa, ini bentuk perhatian kami di tengah efisiensi anggaran ini,” tambahnya.
Selain insentif tokoh masyarakat, ia juga memaparkan skema Bantuan Sosial (Bansos) yang akan dijalankan tahun ini. Pemprov Kalteng telah menyiapkan program bantuan berupa barang dan uang tunai.
“Untuk Bansos, biasanya sampai 5-6 kali setahun. Terus uang cash-nya dua kali setahun. Walaupun sedikit tapi ada bentuk perhatian, apalagi di hari-hari besar,” jelasnya.
Bantuan ini juga akan menyasar sektor-sektor spesifik seperti bantuan untuk nelayan dan pertanian.
Agustiar Sabran menegaskan. Bahwa program-program insentif dan bantuan sosial ini merupakan program jangka pendek dan menengah yang akan terus dipantau efektivitasnya. Pihaknya akan melakukan evaluasi setiap 3 hingga 6 bulan sekali untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Tolong nanti diawasi, tolong kami dikawal. Kritik yang membangun, jangan biarkan kami berjalan sendiri,” pungkasnya. (her)


