PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa Pekan Olah raga Provinsi (PORPROV) XIII tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal di Kotawaringin Barat (Kobar) tahun 2026.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng, Agus Siswadi membuka Chef De Mission (CdM) Meeting I, Kalimantan Tengah, tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat di Palangka Raya, Sabtu (24/1).
Agus Siswadi mengatakan, PORPROV bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan bagi atlet lokal untuk menembus kancah Nasional hingga Internasional.
Melalui Chef De Mission (CdM) PENA Agus Siswadi Meeting I, diharapkan tidak ada lagi konflik atau isu miring terkait atlet antar wilayah. Semua pihak harus bersatu demi ke majuan olahraga Bumi Tambun Bungai.
“Pesan dari gubernur jelas tidak ada penundaan, harus terselenggara walaupun dana minimalis. Tinggal pengaturan saja sebaik baiknya.” tegasnya.
Ketua Harian KONI Kalteng Hasanuddin Noor menekankan bahwa waktu terus berjalan cepat. Persiapan matang melalui CdM Meeting adalah fondasi agar ajang empat tahunan ini sukses secara penyelengga raan dan sukses secara prestasi.
Keamanan atlet juga menjadi prioritas dengan adanya integrasi jaminan so sial selama kompetisi berlangsung dengan menggan deng BPJS Ketenaga Kerjaan.
Pemaparan dari tuan rumah PORPROV, dari Pemerintah Kabupaten Kobar yang didampingi Ketua KONI Kobar menjadi jaminan bagi para peserta KONI 13 KONI se Kalteng dan Cabang olahraga. Akan menjadi jaminan tidak ada penundaan Porprov tahun 2026.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalteng terus melakukan persiapan. Salah satunya dengan melaku kan kerjasama BPJS Ketenagakerjaan yang telah resmi menjadi perisai bagi seluruh insan olah raga yang akan bertanding nanti.
Dalam paparan di Chef De Mission (CdM) Meeting I, AR Khusus BPJS Ke tenagakerjaan Cabang Palangka Raya Rizki Anugerah menegaskan kesiapan penuh pihaknya yang telah di percaya menjaga insan olahraga Kalteng. BPJS juga siap melayani atlet dari seluruh penjuru Bumi Tambun Bungai.
“Paket perlindungan utama untuk atlet, dua program utama disiapkan untuk memastikan risiko fisik tidak berubah menjadi beban finansial bagi kontingen maupun keluarga atlet, “katanya, Sabtu. (24/1).
Menurutnya, Jaminan kecelakaan Kerja (JKK), merupakan perlindungan menyeluruh mulai dari perjalanan dari penginapan menuju venue, saat bertanding di arena, hingga kembali ke penginapan. Jaminan Kematian (JKM), pemberian santunan tunai kepada ahli waris jika atlet meninggal dunia selama masa kepesertaan atau selama penyelenggaraan event.
Lebih jauh, manfaat nyata di lapangan yakni biaya pengobatan tanpa batas, Jika terjadi cedera, seluruh biaya perawatan medis di rumah sakit rekanan akan ditanggung sepenuhnya sesuai kebutuhan medis.
Santunan tunai pemberian dana santunan jika terjadi cacat fungsi atau cacat tetap akibat kecelakaan saat bertanding. Fokus performa, atlet bisa memberi kan kemampuan 100% tanpa bayang-bayang kekhawatiran biaya rumah sakit.
Sementara itu Ketua Harian KONI Kalteng, Hasanuddin Noor menyoroti tiga alasan mendasar mengapa integrasi ini wajib. Mitigasi risiko, olahraga prestasi rawan cedera berat.
“Standar Nasional: Menyejajarkan PORPROV Kalteng dengan standar profesional setingkat PON. Ke tenangan mental, menciptakan ekosistem olahraga yang aman dan bermartabat, “tegasnya.
Hasanuddin menambahkan, keberhasilan proteksi ini sangat bergantung pada akurasi data. Berdasarkan hasil Bimbingan Teknis (Bimtek): Setiap kontingen wajib memastikan NIK atlet akurat. Sistem pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan akan terintegrasi langsung dengan sistem pendaftaran peserta PORPROV secara digital. (hms/nue/kpg)


