27.8 C
Jakarta
Thursday, May 23, 2024
spot_img

Tekan Laju Inflasi, Dislutkan Kalteng Gelar Pasar Penyeimbang di Palangkaraya

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Saat ini sedang gencar  menggelar pasar penyeimbang. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran selalu menekankan bahwa adanya Pasar Penyeimbang ini dilaksanakan dalam rangka menekan laju inflasi yang secara rutin akan dilaksanakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalteng pun tidak ketinggalan ikut serta dalam kegiatan ini. Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng H. Darliansjah  mengatakan bahwa Dislutkan Kalteng sebagai salah satu instansi di Pemprov Kalteng, ikut dalam kegiatan pasar penyeimbang dengan menyediakan komoditas ikan patin sebagai salah satu komoditas yang perlu ditekan inflasinya.

“Kegiatan pasar penyeimbang merupakan upaya Pemprov Kalteng untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah kondisi inflasi, sehingga daya beli masyarakat meningkat,” ujar Darliansjah, Senin (22/4).

Baca Juga :  Oktober, Palangkaraya Peringkat Kelima Inflasi Tertinggi

Darliansjah menjelaskan, secara rinci pelaksanaan pasar penyeimbang ini akan dilaksanakan di Kompleks Pasar Penyeimbang Jalan A.I.S Nasution, Pasar Datah Manuah/Pasar Mini Jalan Yos Sudarso.

Dia menuturkan, dalam waktu dekat akan berkerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangkaraya, untuk mengadakan pasar penyeimbang di beberapa kelurahan yang ada di Kota Palangkaraya.

Komoditas yang dijual adalah ikan patin yang berasal dari pembudidaya ikan di wilayah Kota Palangkaraya, dengan subsidi yang diberikan oleh Pemprov Kalteng, sehingga harga jual ikan patin menjadi Rp20.000,- per kilogram.

“Kegiatan pasar penyeimbang merupakan bukti keseriusan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam menyejahterakan masyarakat Kalteng dalam pemenuhan gizi keluarga melalui makan ikan segar. Selain itu, Pasar Penyeimbang ini juga merupakan salah satu program pengendalian inflasi di Provinsi  Kalteng  untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kenaikan harga yang tidak wajar. Sehingga kebutuhan gizi masyarakat Kalteng terpenuhi,” tutur Darliansjah.

Baca Juga :  Nuryakin Ingatkan Agar Kepentingan Investasi Harus Dijaga

Dilihat dari animo masyarakat dalam beberapa kesempatan pelaksanaan pasar penyeimbang, masyarakat menyambut baik kegiatan pasar penyeimbang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan pasar penyeimbang ini.

Hal ini disampaikan oleh Etha Indah, salah satu pembeli saat berbelanja ikan murah di Pasar Datah Manuah/Pasar Mini Jalan Yos Sudarso Kota Palangkaraya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran. Pasar Penyeimbang ini sangat membantu kami khususnya masyarakat kecil. Dengan adanya penjualan ikan harga murah sebagai salah satu cara untuk membantu ekonomi kerakyatan. Sehingga bagi kami yang berusaha bisa memberikan yang terbaik juga bagi pembeli kami dan sangat membantu keuangan, semoga lebih sering dilaksanakan untuk membantu ekonomi masyarakat kecil,” pungkasnya.(hfz)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Saat ini sedang gencar  menggelar pasar penyeimbang. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran selalu menekankan bahwa adanya Pasar Penyeimbang ini dilaksanakan dalam rangka menekan laju inflasi yang secara rutin akan dilaksanakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalteng pun tidak ketinggalan ikut serta dalam kegiatan ini. Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng H. Darliansjah  mengatakan bahwa Dislutkan Kalteng sebagai salah satu instansi di Pemprov Kalteng, ikut dalam kegiatan pasar penyeimbang dengan menyediakan komoditas ikan patin sebagai salah satu komoditas yang perlu ditekan inflasinya.

“Kegiatan pasar penyeimbang merupakan upaya Pemprov Kalteng untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah kondisi inflasi, sehingga daya beli masyarakat meningkat,” ujar Darliansjah, Senin (22/4).

Baca Juga :  Oktober, Palangkaraya Peringkat Kelima Inflasi Tertinggi

Darliansjah menjelaskan, secara rinci pelaksanaan pasar penyeimbang ini akan dilaksanakan di Kompleks Pasar Penyeimbang Jalan A.I.S Nasution, Pasar Datah Manuah/Pasar Mini Jalan Yos Sudarso.

Dia menuturkan, dalam waktu dekat akan berkerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangkaraya, untuk mengadakan pasar penyeimbang di beberapa kelurahan yang ada di Kota Palangkaraya.

Komoditas yang dijual adalah ikan patin yang berasal dari pembudidaya ikan di wilayah Kota Palangkaraya, dengan subsidi yang diberikan oleh Pemprov Kalteng, sehingga harga jual ikan patin menjadi Rp20.000,- per kilogram.

“Kegiatan pasar penyeimbang merupakan bukti keseriusan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam menyejahterakan masyarakat Kalteng dalam pemenuhan gizi keluarga melalui makan ikan segar. Selain itu, Pasar Penyeimbang ini juga merupakan salah satu program pengendalian inflasi di Provinsi  Kalteng  untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kenaikan harga yang tidak wajar. Sehingga kebutuhan gizi masyarakat Kalteng terpenuhi,” tutur Darliansjah.

Baca Juga :  Nuryakin Ingatkan Agar Kepentingan Investasi Harus Dijaga

Dilihat dari animo masyarakat dalam beberapa kesempatan pelaksanaan pasar penyeimbang, masyarakat menyambut baik kegiatan pasar penyeimbang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan pasar penyeimbang ini.

Hal ini disampaikan oleh Etha Indah, salah satu pembeli saat berbelanja ikan murah di Pasar Datah Manuah/Pasar Mini Jalan Yos Sudarso Kota Palangkaraya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran. Pasar Penyeimbang ini sangat membantu kami khususnya masyarakat kecil. Dengan adanya penjualan ikan harga murah sebagai salah satu cara untuk membantu ekonomi kerakyatan. Sehingga bagi kami yang berusaha bisa memberikan yang terbaik juga bagi pembeli kami dan sangat membantu keuangan, semoga lebih sering dilaksanakan untuk membantu ekonomi masyarakat kecil,” pungkasnya.(hfz)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru