28.7 C
Jakarta
Sunday, February 22, 2026

KHBS Diluncurkan, Ribuan Pelajar SMA/SMK di Kalteng Terima Bantuan Pendidikan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (20/2/2026).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur H. Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur (Wagub) H. Edy Pratowo serta Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung.

Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa KHBS bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan di wilayah pedalaman.

“Melalui kartu ini, kami ingin memastikan masyarakat Kalteng bisa sekolah, bisa kuliah, bisa berobat, terpenuhi pangannya, dan berdaya secara ekonomi,” tegas Gubernur.

Meski APBD Provinsi Kalteng Tahun 2026 mengalami penurunan menjadi Rp5,4 triliun dari Rp10,3 triliun pada 2025, Pemprov tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

KHBS menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada sektor pendidikan, perubahan signifikan terus terlihat. Sebanyak 443 sekolah jenjang SMA/SMK/SKH di Kalteng kini telah 100 persen terdigitalisasi.

Electronic money exchangers listing

Transformasi ini didukung dengan penyediaan 4.339 papan tulis interaktif, 874 set panel surya, serta 321 perangkat internet satelit berkecepatan tinggi, sehingga sekolah di wilayah terpencil pun dapat menikmati akses pembelajaran digital yang setara.

Baca Juga :  Aturan Alat Tangkap untuk Produktivitas dan Keberlanjutan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah berjalan dan didukung oleh 84 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Kalteng, memastikan peserta didik mendapatkan asupan gizi yang memadai guna menunjang konsentrasi dan prestasi belajar.

‎Selain itu, Sekolah Rakyat telah beroperasi di empat wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur, sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Melalui KHBS, Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan biaya sekolah Huma Betang kepada 35.000 peserta didik SMA/SMK/SKH dari keluarga tidak mampu dan wilayah pedalaman. Bantuan tersebut berupa dana tunai sebesar Rp500.000 per peserta didik serta untuk keperluan perlengkapan sekolah senilai Rp1.000.000 per orang untuk kebutuhan satu tahun ajaran.

Selain itu, perlengkapan yang disalurkan meliputi empat stel pakaian seragam, dengan rincian 25.008 seragam putih abu-abu, 34.657 seragam batik khas Kalteng, 24.904 seragam pramuka, 34.657 set seragam olahraga, serta 26.030 pasang sepatu.

Di jenjang perguruan tinggi, pada tahun 2025 tercatat 3.060 mahasiswa telah menerima subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui kerja sama dengan 36 PTN dan PTS se-Kalteng. Tahun 2026, kuota penerima ditingkatkan menjadi 15.000 mahasiswa.

Baca Juga :  Kepala Dislutkan Kalteng Lantik Pejabat Fungsional Pranata Humas

Tak hanya itu, gubernur H. Agustiar Sabran juga menggagas program vokasi diploma spesialisasi agroforestri dan pertanian bagi 2.000 mahasiswa untuk mencetak tenaga kerja siap pakai di sektor pangan yang tergabung dalam Brigade Pangan Pemprov Kalteng.

Implementasi KHBS akan terus dievaluasi dan disempurnakan melalui sistem digital terintegrasi. Setiap transaksi bantuan tercatat secara elektronik untuk mencegah penerima ganda dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah konkret dalam membangun generasi unggul Kalteng.

“Transformasi digital 100 persen di 443 sekolah serta bantuan pendidikan melalui KHBS adalah investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalteng yang putus sekolah karena kendala ekonomi,” ujarnya.

Peluncuran KHBS sekaligus menandai dimulainya pendistribusian kartu kepada 279.434 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga akhir Februari 2026, dengan melibatkan TKSK, PSM, PKH, dan Pendamping Desa.

Pemerintah menargetkan bantuan pangan dan pendidikan tersalurkan maksimal H-5 sebelum Hari Raya IdulFitri sebagai langkah strategis menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan berbagai program terintegrasi ini, sektor pendidikan Kalteng diharapkan semakin inklusif, modern, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Huma Betang dalam membangun kebersamaan dan kesejahteraan bersama.(hfz)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (20/2/2026).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur H. Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur (Wagub) H. Edy Pratowo serta Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung.

Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa KHBS bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan di wilayah pedalaman.

Electronic money exchangers listing

“Melalui kartu ini, kami ingin memastikan masyarakat Kalteng bisa sekolah, bisa kuliah, bisa berobat, terpenuhi pangannya, dan berdaya secara ekonomi,” tegas Gubernur.

Meski APBD Provinsi Kalteng Tahun 2026 mengalami penurunan menjadi Rp5,4 triliun dari Rp10,3 triliun pada 2025, Pemprov tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

KHBS menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada sektor pendidikan, perubahan signifikan terus terlihat. Sebanyak 443 sekolah jenjang SMA/SMK/SKH di Kalteng kini telah 100 persen terdigitalisasi.

Transformasi ini didukung dengan penyediaan 4.339 papan tulis interaktif, 874 set panel surya, serta 321 perangkat internet satelit berkecepatan tinggi, sehingga sekolah di wilayah terpencil pun dapat menikmati akses pembelajaran digital yang setara.

Baca Juga :  Aturan Alat Tangkap untuk Produktivitas dan Keberlanjutan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah berjalan dan didukung oleh 84 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Kalteng, memastikan peserta didik mendapatkan asupan gizi yang memadai guna menunjang konsentrasi dan prestasi belajar.

‎Selain itu, Sekolah Rakyat telah beroperasi di empat wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur, sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Melalui KHBS, Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan biaya sekolah Huma Betang kepada 35.000 peserta didik SMA/SMK/SKH dari keluarga tidak mampu dan wilayah pedalaman. Bantuan tersebut berupa dana tunai sebesar Rp500.000 per peserta didik serta untuk keperluan perlengkapan sekolah senilai Rp1.000.000 per orang untuk kebutuhan satu tahun ajaran.

Selain itu, perlengkapan yang disalurkan meliputi empat stel pakaian seragam, dengan rincian 25.008 seragam putih abu-abu, 34.657 seragam batik khas Kalteng, 24.904 seragam pramuka, 34.657 set seragam olahraga, serta 26.030 pasang sepatu.

Di jenjang perguruan tinggi, pada tahun 2025 tercatat 3.060 mahasiswa telah menerima subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui kerja sama dengan 36 PTN dan PTS se-Kalteng. Tahun 2026, kuota penerima ditingkatkan menjadi 15.000 mahasiswa.

Baca Juga :  Kepala Dislutkan Kalteng Lantik Pejabat Fungsional Pranata Humas

Tak hanya itu, gubernur H. Agustiar Sabran juga menggagas program vokasi diploma spesialisasi agroforestri dan pertanian bagi 2.000 mahasiswa untuk mencetak tenaga kerja siap pakai di sektor pangan yang tergabung dalam Brigade Pangan Pemprov Kalteng.

Implementasi KHBS akan terus dievaluasi dan disempurnakan melalui sistem digital terintegrasi. Setiap transaksi bantuan tercatat secara elektronik untuk mencegah penerima ganda dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah konkret dalam membangun generasi unggul Kalteng.

“Transformasi digital 100 persen di 443 sekolah serta bantuan pendidikan melalui KHBS adalah investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalteng yang putus sekolah karena kendala ekonomi,” ujarnya.

Peluncuran KHBS sekaligus menandai dimulainya pendistribusian kartu kepada 279.434 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga akhir Februari 2026, dengan melibatkan TKSK, PSM, PKH, dan Pendamping Desa.

Pemerintah menargetkan bantuan pangan dan pendidikan tersalurkan maksimal H-5 sebelum Hari Raya IdulFitri sebagai langkah strategis menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan berbagai program terintegrasi ini, sektor pendidikan Kalteng diharapkan semakin inklusif, modern, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Huma Betang dalam membangun kebersamaan dan kesejahteraan bersama.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru