30.9 C
Jakarta
Saturday, July 27, 2024
spot_img

Tambah Wawasan Tentang Prospek Pabrik Gula, Plt. Gubernur Kalteng Kun

PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO-Plt. Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya  melakukan kunjungan kerja (Kunker) Provinsi Jawa Timur. Kunker ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) yang berada di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (20/11).

Tiba di Balittas, Plt. Gubernur beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Titik Sundari beserta jajarannya. Pada kesempatan itu, digelar pertemuan antara Plt. Gubernur dengan pihak Balai.

Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengungkapkan maksud kedatangnya beserta rombongan ke Balittas. Habib mengutarakan bahwa pihaknya ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai potensi atau prospek dari pabrik gula yang ada di Balittas.

“Kami di Kalimantan Tengah memang sudah ada rencana pabrik gula di daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang sekarang ini sudah mulai berproses. Jadi kami datang ke sini adalah ingin menimba ilmu dan ingin tahu ke depannya potensi atau prospek dari pabrik gula ini”, ucap Habib Ismail Bin Yahya.

Baca Juga :  Kunker ke NTB, Plt Gubernur Pelajari Tanaman Jagung dan Bawang

Habib juga mengutarakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mempercayakn Provinsi Kalteng sebagai program ketahanan Pangan Nasional yaitu program Food Estate yang merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. 

Untuk itu, dirinya mengharapkan dukungan dari Balittas untuk menyukseskan program Pemerintah Pusat tersebut .

“Kami minta kiat-kiatnya, apa saja yang perlu kami persiapkan, agar tanaman ini bisa benar-benar menjadi komoditas andalan kami, dari sekarang hingga masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kepala Balittas Malang Titik Sundari menerangkan bahwa pengembangan tanaman tebu memiliki prospek cukup menjanjikan. Mengingat produksi gula dalam negeri masih sangat kurang. Pada tahun 2019, kebutuhan gula Nasional itu 5,8 juta ton, untuk kebutuhan konsumsi sebesar 2,8 juta ton dan untuk industri sekitar 3 juta ton. 

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Perkembangan Food Estate

Sementara, dijelaskan Titik untuk produksi nasional kurang lebih mencapai 2,2 juta ton, sehingga masih defisit sekitar 3,6 juta ton.

Titik Sundari juga memberikan informasi mengenai peningkatan produktivitas gula dan tanaman tebu dan juga terkait pendirian pabrik gula baru. 

Turut hadir mendampingi Plt. Gubernur Kalteng diantaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Herson B. Aden serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah Kalteng.

PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO-Plt. Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya  melakukan kunjungan kerja (Kunker) Provinsi Jawa Timur. Kunker ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) yang berada di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (20/11).

Tiba di Balittas, Plt. Gubernur beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Titik Sundari beserta jajarannya. Pada kesempatan itu, digelar pertemuan antara Plt. Gubernur dengan pihak Balai.

Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengungkapkan maksud kedatangnya beserta rombongan ke Balittas. Habib mengutarakan bahwa pihaknya ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai potensi atau prospek dari pabrik gula yang ada di Balittas.

“Kami di Kalimantan Tengah memang sudah ada rencana pabrik gula di daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang sekarang ini sudah mulai berproses. Jadi kami datang ke sini adalah ingin menimba ilmu dan ingin tahu ke depannya potensi atau prospek dari pabrik gula ini”, ucap Habib Ismail Bin Yahya.

Baca Juga :  Kunker ke NTB, Plt Gubernur Pelajari Tanaman Jagung dan Bawang

Habib juga mengutarakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mempercayakn Provinsi Kalteng sebagai program ketahanan Pangan Nasional yaitu program Food Estate yang merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. 

Untuk itu, dirinya mengharapkan dukungan dari Balittas untuk menyukseskan program Pemerintah Pusat tersebut .

“Kami minta kiat-kiatnya, apa saja yang perlu kami persiapkan, agar tanaman ini bisa benar-benar menjadi komoditas andalan kami, dari sekarang hingga masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kepala Balittas Malang Titik Sundari menerangkan bahwa pengembangan tanaman tebu memiliki prospek cukup menjanjikan. Mengingat produksi gula dalam negeri masih sangat kurang. Pada tahun 2019, kebutuhan gula Nasional itu 5,8 juta ton, untuk kebutuhan konsumsi sebesar 2,8 juta ton dan untuk industri sekitar 3 juta ton. 

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Perkembangan Food Estate

Sementara, dijelaskan Titik untuk produksi nasional kurang lebih mencapai 2,2 juta ton, sehingga masih defisit sekitar 3,6 juta ton.

Titik Sundari juga memberikan informasi mengenai peningkatan produktivitas gula dan tanaman tebu dan juga terkait pendirian pabrik gula baru. 

Turut hadir mendampingi Plt. Gubernur Kalteng diantaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Herson B. Aden serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah Kalteng.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru