PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memfokuskan peningkatan kemampuan ASN dalam membaca, mengolah, dan menyajikan data melalui Pelatihan Visualisasi Data yang digelar pada 16–19 Juni 2025. Pelatihan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Government Transformation Academy (GTA) 2025 yang dibuka di Aula Sei Kapuas BPSDM Kalteng.
Pelatihan Visualisasi Data ini dirancang untuk menjawab kebutuhan ASN di era transformasi digital, di mana pengambilan keputusan berbasis data menjadi tuntutan utama. Kepala BPSDM Kalteng Hj. Nunu Andriani, saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa kemampuan menyajikan data secara informatif kini menjadi kompetensi wajib bagi setiap aparatur pemerintah.
Dalam laporan panitia, Kepala Bidang PKTI BPSDM Kalteng Isna Mariani menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus membekali peserta dengan pemahaman teknis mengenai pengolahan data, penyajian informasi visual yang mudah dipahami, serta pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi untuk mendukung analisis kebijakan. “Kami ingin ASN tidak hanya mengumpulkan data, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi informasi yang berguna,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti puluhan peserta dari berbagai perangkat daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari fasilitator BPSDM Komdigi RI dan BPSDMP Kominfo Banjarmasin, yang telah memiliki standar pelatihan nasional di bidang kompetensi digital pemerintahan.
Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi RI Noor Iza memberikan apresiasi atas komitmen Pemprov Kalteng dalam mempercepat kemampuan digital ASN melalui pelatihan visualisasi data. Ia menekankan bahwa kemampuan ini merupakan fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi modern yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Pemprov Kalteng berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas laporan, mempercepat proses analisis, serta memperkuat akurasi data dalam setiap program pemerintahan. Dengan penguasaan visualisasi data, ASN diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih transparan, mudah dipahami publik, dan mendukung percepatan layanan berbasis digital di Bumi Tambun Bungai. (tim)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memfokuskan peningkatan kemampuan ASN dalam membaca, mengolah, dan menyajikan data melalui Pelatihan Visualisasi Data yang digelar pada 16–19 Juni 2025. Pelatihan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Government Transformation Academy (GTA) 2025 yang dibuka di Aula Sei Kapuas BPSDM Kalteng.
Pelatihan Visualisasi Data ini dirancang untuk menjawab kebutuhan ASN di era transformasi digital, di mana pengambilan keputusan berbasis data menjadi tuntutan utama. Kepala BPSDM Kalteng Hj. Nunu Andriani, saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa kemampuan menyajikan data secara informatif kini menjadi kompetensi wajib bagi setiap aparatur pemerintah.
Dalam laporan panitia, Kepala Bidang PKTI BPSDM Kalteng Isna Mariani menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus membekali peserta dengan pemahaman teknis mengenai pengolahan data, penyajian informasi visual yang mudah dipahami, serta pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi untuk mendukung analisis kebijakan. “Kami ingin ASN tidak hanya mengumpulkan data, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi informasi yang berguna,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti puluhan peserta dari berbagai perangkat daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari fasilitator BPSDM Komdigi RI dan BPSDMP Kominfo Banjarmasin, yang telah memiliki standar pelatihan nasional di bidang kompetensi digital pemerintahan.
Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi RI Noor Iza memberikan apresiasi atas komitmen Pemprov Kalteng dalam mempercepat kemampuan digital ASN melalui pelatihan visualisasi data. Ia menekankan bahwa kemampuan ini merupakan fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi modern yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Pemprov Kalteng berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas laporan, mempercepat proses analisis, serta memperkuat akurasi data dalam setiap program pemerintahan. Dengan penguasaan visualisasi data, ASN diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih transparan, mudah dipahami publik, dan mendukung percepatan layanan berbasis digital di Bumi Tambun Bungai. (tim)