Soal Kenaikan Harga Plastik 60 Persen, Disdagperin Kalteng Lakukan Sidak Toko

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko plastik di Kota Palangka Raya menyusul kenaikan harga di pasaran.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan kondisi stok dan penyebab kenaikan harga plastik.

“Kami telah mendatangi beberapa toko besar plastik di Kota Palangka Raya untuk mengecek langsung kondisi di lapangan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan adanya keterbatasan stok pada beberapa jenis plastik yang banyak digunakan masyarakat.

“Memang ada beberapa jenis plastik yang stoknya habis dan belum ada pengiriman lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, pasokan plastik sebagian besar berasal dari luar daerah seperti Surabaya dan Banjarmasin.

Baca Juga :  Shrimp Estate Berkah Sukamara Panen Perdana, 4,2 Ton Udang Vaname Dipasarkan

“Ketergantungan pasokan dari luar daerah menyebabkan stok di Kalteng berkurang ketika pengiriman terhambat,” ucapnya.

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, Dia menegaskan kondisi tersebut bukan kelangkaan total, melainkan keterbatasan pada jenis tertentu.

“Kenaikan harga terjadi karena stok berkurang, bukan karena barang tidak tersedia sama sekali,” jelasnya.

Disdagperin mencatat kenaikan harga plastik di pasaran mencapai 50 hingga 60 persen untuk beberapa jenis.

“Kenaikan harga memang cukup signifikan, terutama pada jenis plastik yang banyak dicari,” ungkapnya.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan pemasok untuk menekan harga.

“Kami berkoordinasi dengan supplier dan distributor agar harga dapat dikendalikan,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tas atau wadah sendiri saat berbelanja. (adr)

Baca Juga :  Secara Virtual, Badan Kesbangpol Kalteng ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko plastik di Kota Palangka Raya menyusul kenaikan harga di pasaran.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan kondisi stok dan penyebab kenaikan harga plastik.

“Kami telah mendatangi beberapa toko besar plastik di Kota Palangka Raya untuk mengecek langsung kondisi di lapangan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Electronic money exchangers listing

Hasil pemantauan menunjukkan adanya keterbatasan stok pada beberapa jenis plastik yang banyak digunakan masyarakat.

“Memang ada beberapa jenis plastik yang stoknya habis dan belum ada pengiriman lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, pasokan plastik sebagian besar berasal dari luar daerah seperti Surabaya dan Banjarmasin.

Baca Juga :  Shrimp Estate Berkah Sukamara Panen Perdana, 4,2 Ton Udang Vaname Dipasarkan

“Ketergantungan pasokan dari luar daerah menyebabkan stok di Kalteng berkurang ketika pengiriman terhambat,” ucapnya.

Meski demikian, Dia menegaskan kondisi tersebut bukan kelangkaan total, melainkan keterbatasan pada jenis tertentu.

“Kenaikan harga terjadi karena stok berkurang, bukan karena barang tidak tersedia sama sekali,” jelasnya.

Disdagperin mencatat kenaikan harga plastik di pasaran mencapai 50 hingga 60 persen untuk beberapa jenis.

“Kenaikan harga memang cukup signifikan, terutama pada jenis plastik yang banyak dicari,” ungkapnya.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan pemasok untuk menekan harga.

“Kami berkoordinasi dengan supplier dan distributor agar harga dapat dikendalikan,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tas atau wadah sendiri saat berbelanja. (adr)

Baca Juga :  Secara Virtual, Badan Kesbangpol Kalteng ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024

Terpopuler

Artikel Terbaru