Bantuan ini dinilai sangat tepat sasaran karena menyentuh langsung kelompok mahasiswa yang jauh dari orang tua.
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Alya Ramadhani, yang berasal dari daerah Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, menyebut bahwa pemenuhan kebutuhan pokok sangat krusial bagi mahasiswa di situasi darurat seperti ini.
“Sembako ini membantu sekali untuk mahasiswa-mahasiswa yang ada di Palangka Raya,” tutur Alya.
Di penghujung acara, raut wajah antusias terlihat jelas dari para akademisi muda ini, mereka pun secara serempak menyuarakan harapan dan dukungan bagi kemajuan provinsi.
“Semoga Kalimantan Tengah makin BERKAH,”seru mereka bersama-sama, menggaungkan jargon pembangunan daerah tersebut.
Bantuan 3.500 paket sembako ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dan gizi para mahasiswa melalui beras, minyak goreng, gula, dan multivitamin, tetapi juga memberikan dorongan moral agar mereka tetap semangat menjalani perkuliahan di tengah bencana karhutla. (her)
Bantuan ini dinilai sangat tepat sasaran karena menyentuh langsung kelompok mahasiswa yang jauh dari orang tua.
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Alya Ramadhani, yang berasal dari daerah Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, menyebut bahwa pemenuhan kebutuhan pokok sangat krusial bagi mahasiswa di situasi darurat seperti ini.
“Sembako ini membantu sekali untuk mahasiswa-mahasiswa yang ada di Palangka Raya,” tutur Alya.
Di penghujung acara, raut wajah antusias terlihat jelas dari para akademisi muda ini, mereka pun secara serempak menyuarakan harapan dan dukungan bagi kemajuan provinsi.
“Semoga Kalimantan Tengah makin BERKAH,”seru mereka bersama-sama, menggaungkan jargon pembangunan daerah tersebut.
Bantuan 3.500 paket sembako ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dan gizi para mahasiswa melalui beras, minyak goreng, gula, dan multivitamin, tetapi juga memberikan dorongan moral agar mereka tetap semangat menjalani perkuliahan di tengah bencana karhutla. (her)