PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan anggota Polisi Keamanan Sekolah (PKS) adalah putra-putri pilihan yang menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di lingkungan sekolah.
Itu disampaikan saat penutupan kegiatan PKS tingkat SMA/SMK se-Kalteng di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (15/2/2026).
Penutupan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri unsur pemerintah daerah, kepolisian, tenaga pendidik, serta ratusan siswa peserta PKS dari berbagai kabupaten/kota.
Agustiar menyebut, PKS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Menjadi anggota PKS bukan hanya memakai seragam dan atribut. Kalian adalah pelopor ketertiban dan keamanan di sekolah,” tegasnya.
Gubernur menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari tawuran, bahaya narkoba, judi online, hingga perundungan (bullying).
Menurutnya, peran aktif PKS sangat penting untuk mencegah gangguan ketertiban. Jika sekolah tertib dan aman, maka proses belajar mengajar akan berjalan optimal dan berkualitas.
Ia pun menitipkan pesan agar anggota PKS menjadi teladan bagi teman-temannya. Tegas bukan berarti kasar, melainkan tetap santun dan mengayomi.
Selain itu, para siswa diingatkan untuk tidak melupakan kewajiban utama sebagai pelajar, yakni belajar dan berprestasi.
Jika menemukan persoalan di sekolah, mereka diminta tetap berkoordinasi dengan guru dan pembimbing.
Orang nomor satu di Kalteng ini juga memberikan motivasi agar para siswa tidak pernah merasa rendah diri karena keterbatasan.
“Dalam hidup tidak ada yang tidak mungkin. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika kalian disiplin, jujur, dan bekerja keras, jalan kesuksesan akan terbuka lebar,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa PKS merupakan bagian dari strategi besar pembentukan karakter generasi muda di Bumi Tambun Bungai.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dilakukan melalui kerja sama dengan kepolisian, tetapi juga melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satunya dengan jajaran TNI melalui kegiatan Kemah Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang sebelumnya digelar bersama Kodam dan Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter, memiliki nilai bela negara dan kecintaan pada tanah air,” ujarnya.
Selain itu, Disdik juga berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi melalui program Jaksa Masuk Sekolah, guna menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada peserta didik.
Menurut Reza, pendidikan yang diharapkan Gubernur harus dibangun melalui sinergi seluruh stakeholder.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk bersama-sama menjaga dan melindungi dunia pendidikan.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin baru akan kita rasakan lima, sepuluh, bahkan tiga puluh tahun ke depan. Tapi dari sinilah SDM unggul Kalteng dibangun,” tegasnya.
Dengan berakhirnya rangkaian PKS tahun ini, pemerintah berharap para peserta kembali ke sekolah masing-masing sebagai agen perubahan, pelopor disiplin, serta teladan dalam membangun budaya tertib, aman, dan berkarakter demi terwujudnya Kaleng yang Berkah, Maju, dan Bermartabat menuju Indonesia Emas.(hfz)


