PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO โ Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Penanggulangan Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, awal musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah dimulai sejak Dasarian II bulan Juli 2024 dan diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan, atau sekitar sembilan puluh hari.
โDengan datangnya musim kemarau, kami harus bersiap menghadapi potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang bisa terjadi. Oleh karena itu, BPBD di setiap Kabupaten dan Kota telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla,โ jelas Ahmad Toyib.
Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, BPBD juga telah membentuk Pos Lapangan Satuan Tugas Pengendali Karhutla yang ditempatkan di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan.
Pos-pos ini akan fokus di daerah-daerah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan, dengan tujuan untuk memantau dan mengendalikan potensi kebakaran sejak dini.
โDengan penempatan Pos Lapangan ini, kami berharap dapat meningkatkan respons dan koordinasi di lapangan. Setiap pos akan dilengkapi dengan sumber daya yang memadai untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal jika terjadi kebakaran,โ tambahnya.
Ahmad Toyib juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, dengan tidak membakar lahan sembarangan dan melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada petugas setempat.
โKesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap aman dan terhindar dari bencana,โ pungkasnya. (tim)