27 C
Jakarta
Sunday, March 15, 2026

Pemprov Kalteng Pastikan Stok Bapok Aman, Soal Harga Naik Ini Penjelasannya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan stok barang kebutuhan pokok (bapok) di pasaran masih aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, pemerintah menegaskan pasokan bahan pokok dipastikan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Pemprov Kalteng juga mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi dinamika harga di pasar. Pemerintah terus memastikan jalur distribusi tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan yang berpotensi memicu lonjakan harga.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dispendagri) Kalteng, Norhani, menjelaskan kenaikan harga beberapa komoditas bukan semata-mata dipicu oleh kenaikan BBM non-subsidi.

“Kenaikan harga pada beberapa komoditas barang kebutuhan pokok seperti telur ayam ras, daging ayam ras, cabai dan bawang bukan semata-mata karena kenaikan BBM,” ujar Norhani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Dorong Inovasi Desa, Dinas PMD Kalteng Genjot Teknologi Tepat Guna

Menurutnya, lonjakan harga lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Selain itu, faktor cuaca juga sempat memengaruhi kelancaran pasokan dari luar daerah.

Norhani tidak menampik kenaikan biaya logistik dan distribusi ikut berdampak pada harga di tingkat pedagang maupun konsumen. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena Kalimantan Tengah masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Kalimantan Selatan.

Meski begitu, dia memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali selama pasokan barang kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar.

Electronic money exchangers listing

Sebagai langkah menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Kalteng bersama para pemangku kepentingan kini terus melakukan intervensi pasar.

Baca Juga :  Mahasiswa Kalteng Desak Kadishut Tindak Tegas Perusak Hutan

“Dampak kenaikan BBM terhadap harga barang kebutuhan pokok di pasar-pasar Kalteng tetap bisa dimitigasi melalui intervensi pasar yang rutin seperti sidak pasar, pasar murah dan Gerakan Pangan Murah,” tegas Norhani.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberi ketenangan bagi masyarakat Kalteng dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan stok barang kebutuhan pokok (bapok) di pasaran masih aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, pemerintah menegaskan pasokan bahan pokok dipastikan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Pemprov Kalteng juga mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi dinamika harga di pasar. Pemerintah terus memastikan jalur distribusi tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan yang berpotensi memicu lonjakan harga.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dispendagri) Kalteng, Norhani, menjelaskan kenaikan harga beberapa komoditas bukan semata-mata dipicu oleh kenaikan BBM non-subsidi.

Electronic money exchangers listing

“Kenaikan harga pada beberapa komoditas barang kebutuhan pokok seperti telur ayam ras, daging ayam ras, cabai dan bawang bukan semata-mata karena kenaikan BBM,” ujar Norhani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Dorong Inovasi Desa, Dinas PMD Kalteng Genjot Teknologi Tepat Guna

Menurutnya, lonjakan harga lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Selain itu, faktor cuaca juga sempat memengaruhi kelancaran pasokan dari luar daerah.

Norhani tidak menampik kenaikan biaya logistik dan distribusi ikut berdampak pada harga di tingkat pedagang maupun konsumen. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena Kalimantan Tengah masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Kalimantan Selatan.

Meski begitu, dia memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali selama pasokan barang kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar.

Sebagai langkah menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Kalteng bersama para pemangku kepentingan kini terus melakukan intervensi pasar.

Baca Juga :  Mahasiswa Kalteng Desak Kadishut Tindak Tegas Perusak Hutan

“Dampak kenaikan BBM terhadap harga barang kebutuhan pokok di pasar-pasar Kalteng tetap bisa dimitigasi melalui intervensi pasar yang rutin seperti sidak pasar, pasar murah dan Gerakan Pangan Murah,” tegas Norhani.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberi ketenangan bagi masyarakat Kalteng dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/