PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mulai menyiapkan bantuan sektor perikanan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Bantuan tersebut menyasar nelayan laut, sungai, hingga danau yang dinilai layak menerima subsidi di wilayah Kalteng.
Saat ini, Pemprov Kalteng masih melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima bantuan nelayan agar penyalurannya tepat sasaran. Program ini juga dirancang lebih spesifik sesuai kebutuhan para pelaku perikanan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng Rangga Lesmana mengatakan bantuan untuk nelayan akan dibuat dalam bentuk tematik.
“Untuk bantuan nelayan ini sifatnya tematik, jadi lebih spesifik,” kata Rangga kepada awak media, Senin (11/5/2026).
Dia menjelaskan, bantuan tidak hanya diberikan kepada nelayan laut, tetapi juga nelayan perairan tawar seperti sungai dan danau yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah.
“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, bantuan tidak hanya untuk nelayan laut karena di Kalteng juga ada nelayan sungai dan danau,” ujarnya.
Menurut Rangga, Pemprov masih melakukan inventarisasi dan penajaman data calon penerima bantuan di sejumlah daerah. Sebab, nelayan di Kalteng memiliki kategori berbeda, mulai dari skala kecil, sedang, hingga besar.
“Fokus program Bapak Gubernur melalui KHBS ini adalah bantuan sektor perikanan yang lebih spesifik kepada masyarakat yang memang layak dibantu,” jelasnya.
Bantuan yang tengah disiapkan mencakup alat penangkap ikan dan perlengkapan operasional nelayan lainnya.
Namun sebelum bantuan disalurkan, seluruh data penerima akan melalui proses verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Semuanya masih tahap penajaman data dan pasti melalui proses verifikasi lapangan,” ucap Rangga.
Dia menegaskan validasi data menjadi langkah penting agar tidak muncul persoalan setelah bantuan dibagikan kepada masyarakat.
“Kalau bantuan diberikan tidak tepat sasaran, tentu bisa menimbulkan polemik. Karena itu, ketepatan penerima tetap menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (her)


