PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) definitif hingga kini belum juga diumumkan. Kondisi itu memicu spekulasi di ruang publik, terutama setelah nama Mokhamad Hilman, birokrat senior yang baru masuk lingkungan Pemprov Kalteng, ramai diperbincangkan dan disebut-sebut berpeluang mengisi jabatan strategis tersebut.
Perbincangan soal Sekda Kalteng menghangat di media sosial dan lingkaran birokrasi seiring masih kosongnya kursi pejabat definitif. Situasi ini makin menarik perhatian setelah Hilman, yang sebelumnya lama berkarier di Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kalteng sejak awal Januari 2026.
Belum adanya pernyataan resmi dari pemerintah provinsi membuat publik mengaitkan kekosongan Sekda dengan rekam jejak Hilman. Apalagi, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di posisi strategis, termasuk pernah menjabat Sekda Kabupaten Banjar.
Menanggapi rumor yang beredar, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo memilih merespons singkat. “Oh, belum ada,” ujarnya saat ditemui, Jumat (9/1/26).
Edy menjelaskan, perpindahan ASN lintas daerah merupakan hal lazim dalam sistem birokrasi pemerintahan. Menurutnya, mutasi maupun promosi atau yang dikenal dengan istilah tour of duty dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi.
“Pergeseran pegawai untuk mengisi posisi tertentu itu hal yang lumrah. Bisa melalui mutasi atau promosi, yang sering kita sebut tour of duty,” kata Edy.
Meski demikian, Edy menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang akan ditunjuk sebagai Sekda Kalteng definitif. Peluang, kata dia, terbuka bagi siapa saja selama sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Dalam konsep tour of duty, siapa pun punya kesempatan. Yang jelas, saat ini yang bersangkutan masih berstatus pelaksana di sini,” tambahnya.
Terkait waktu penetapan Sekda definitif, Edy menyebut hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan Gubernur Kalteng.
“Itu hak prerogatif gubernur. Silakan ditanyakan langsung ke beliau,” tutupnya.
Di sisi lain, Mokhamad Hilman diketahui lahir di Palangka Raya pada 28 Maret 1970. Ia merupakan birokrat senior dengan jam terbang tinggi di pemerintahan, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Hilman telah mengabdi sebagai ASN selama kurang lebih 31 tahun. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Kepala Seksi Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kepala Sub Dinas Prasarana Transportasi Dinas Kimpraswil Kabupaten Banjar, hingga Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.
Puncak kariernya tercatat saat dipercaya menjabat Sekda Kabupaten Banjar dengan pangkat eselon IIa sejak 2 Agustus 2019. Ia juga sempat mengisi posisi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan di Pemerintah Kabupaten Banjar.
Terhitung mulai 1 Januari 2026, Hilman resmi dimutasi dari Pemerintah Kabupaten Banjar ke Pemprov Kalteng. Mutasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri dan diperkuat dengan surat penempatan dari Pemprov Kalteng.
Saat ini, ia bertugas sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, sembari publik menanti keputusan resmi siapa yang akan mengisi kursi Sekda Kalteng secara definitif. (*her)


