26.7 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Terus Menurun, Angka Kemiskinan Hanya 4,98 Persen di 2019

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan
Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya atau SOHIB dalam kepemimpinanya
terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di Kalteng. Terbukti, berdasarkan
data kemiskinan di Kalteng pada tahun 2019 ini hanya 4,98 persen.

Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Yuren S
Bahat menyebtukan, tahun 2019 ini memang puncak dari penurunan kemiskinan
selama kepemimpinan SOHIB. Pasalnya, kemiskinan di tahun 2016 yang awalnya
mencapai 5,66 persen menurun hingga 5,37 persen di tahun 2017.

“Penurunan kembali terjadi pada
tahun 2018 dengan tercatat 5,17 persen dan pada 2019 kembali menurun hingga
mencapai angka 4,98 persen,” ungkapnya saat press conference bersama awak media
di Aula Bappedalitbang Kalteng, belum lama ini.

Baca Juga :  Pejabat dan ASN Pemprov Kalteng Salurkan Zakat Melalui Baznas

Diungkapkannya, harapan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng angka kemiskinan di Kalteng semakin
menurun. Pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

“Dengan demikan dapat berdampak
pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan membawa perubahan positif bagi
Kalteng, termasuk dalam menurunkan indikator tingkat kemiskinan,” ungkapnya.

Menurut Yuren, tahun 2019 ini
pertumbuhan ekonomi Kalteng berada di angka 7,67 persen, angka ini diperoleh
berdasarkan indikator di triwulan II tahun 2019. Posisi Kalteng menempati
urutan ke dua regional. “Saat ini pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh dua
komoditi yakni batubara dan CPO dari Kelapa sawit,” tegasnya.

Ditambahkannya, dua komoditi ini
memang menjadi ketergantungan dari tahun ke tahun. Namun, dalam beberapa bulan
belakangan ini, instruksi dari gubernur bahwa Kalteng harus bergerak dan
mengembangkan komoditi lain.

Baca Juga :  Terus Bergerak, Penyaluran Bansos Pemprov Tahap II Sampai ke Pelosok D

“Keinginan gubernur tidak hanya
bergantung pada hasil bumi dan sawit saja, melainkan bisa mengembangkan
pertanian seperti kakao, kopi, tebu, kelapa dalam dan karet,” ucap Yuren.

Guna terus meningkatkan
perkonomian ini, Pemrpov Kalteng melaksanakan beberapa program seperti jemput
bola guna mengembangkan komoditi tanaman di Kalteng. Terobosan terbaru yakni
kerjasama dengan Agro Elit Uni Emirat Arab yang dilakukan belum lama ini.

“Kerjasama ini nantinya akan
menjadi tonggak awal pengembangan komoditi buah-buahan, lantaran melalui
kerjasama ini nilainya cukup fantastis hingga diperkirakan dapat membawa angin
segar untuk Kalteng,” pungkasnya. (abw/ari/nto)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan
Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya atau SOHIB dalam kepemimpinanya
terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di Kalteng. Terbukti, berdasarkan
data kemiskinan di Kalteng pada tahun 2019 ini hanya 4,98 persen.

Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Yuren S
Bahat menyebtukan, tahun 2019 ini memang puncak dari penurunan kemiskinan
selama kepemimpinan SOHIB. Pasalnya, kemiskinan di tahun 2016 yang awalnya
mencapai 5,66 persen menurun hingga 5,37 persen di tahun 2017.

“Penurunan kembali terjadi pada
tahun 2018 dengan tercatat 5,17 persen dan pada 2019 kembali menurun hingga
mencapai angka 4,98 persen,” ungkapnya saat press conference bersama awak media
di Aula Bappedalitbang Kalteng, belum lama ini.

Baca Juga :  Pejabat dan ASN Pemprov Kalteng Salurkan Zakat Melalui Baznas

Diungkapkannya, harapan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng angka kemiskinan di Kalteng semakin
menurun. Pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

“Dengan demikan dapat berdampak
pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan membawa perubahan positif bagi
Kalteng, termasuk dalam menurunkan indikator tingkat kemiskinan,” ungkapnya.

Menurut Yuren, tahun 2019 ini
pertumbuhan ekonomi Kalteng berada di angka 7,67 persen, angka ini diperoleh
berdasarkan indikator di triwulan II tahun 2019. Posisi Kalteng menempati
urutan ke dua regional. “Saat ini pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh dua
komoditi yakni batubara dan CPO dari Kelapa sawit,” tegasnya.

Ditambahkannya, dua komoditi ini
memang menjadi ketergantungan dari tahun ke tahun. Namun, dalam beberapa bulan
belakangan ini, instruksi dari gubernur bahwa Kalteng harus bergerak dan
mengembangkan komoditi lain.

Baca Juga :  Terus Bergerak, Penyaluran Bansos Pemprov Tahap II Sampai ke Pelosok D

“Keinginan gubernur tidak hanya
bergantung pada hasil bumi dan sawit saja, melainkan bisa mengembangkan
pertanian seperti kakao, kopi, tebu, kelapa dalam dan karet,” ucap Yuren.

Guna terus meningkatkan
perkonomian ini, Pemrpov Kalteng melaksanakan beberapa program seperti jemput
bola guna mengembangkan komoditi tanaman di Kalteng. Terobosan terbaru yakni
kerjasama dengan Agro Elit Uni Emirat Arab yang dilakukan belum lama ini.

“Kerjasama ini nantinya akan
menjadi tonggak awal pengembangan komoditi buah-buahan, lantaran melalui
kerjasama ini nilainya cukup fantastis hingga diperkirakan dapat membawa angin
segar untuk Kalteng,” pungkasnya. (abw/ari/nto)

Terpopuler

Artikel Terbaru