PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menunjukkan komitmen penuh dalam mengatasi krisis tenaga dokter spesialis di wilayahnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, Edy Pratowo menegaskan bahwa Pemprov bergerak cepat mendukung inisiatif pembukaan program pendidikan dokter spesialis di Universitas Palangka Raya (UPR) melalui penyediaan infrastruktur medis yang memadai.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan sarana baru di RSUD dr. Doris Sylvanus pada tahun ini.
Fasilitas tersebut secara khusus didedikasikan untuk mendukung operasional dan praktik klinis program pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan).
“Tadi kan disinggung bahwa dokter spesialis kandungan ini sangat dibutuhkan. Nah, sebagai wujud dukungan itu, Pemprov Kalteng tahun ini rencananya membangun gedung untuk program spesialis kandungan di RSUD Doris Sylvanus,” ungkap Wagub Edy Pratowo di sela-sela peresmian gedung pendidikan kedokteran Medical Education and Research Center (MERC) UPR, Kamis, (5/3).
Edy Pratowo menjelaskan, keberadaan fasilitas baru di RSUD dr. Doris Sylvanus nantinya akan disinergikan langsung dengan aktivitas para calon dokter spesialis dari UPR.
Pemprov Kalteng memastikan bahwa kegiatan akademis dan praktik lapangan para residen atau calon dokter spesialis mendapat dukungan penuh dari ekosistem rumah sakit daerah.
“Jadi, kegiatan mereka untuk program spesialis ini bisa kita dukung penuh dengan program dan kegiatan dari Pemprov. Mengingat gedung MERC ini sangat baik, apa yang bisa disinergikan tentu akan terus kita kolaborasikan,” jelasnya.
Lebih jauh, Wagub Kalteng dua periode ini menekankan bahwa tujuan utama dari kolaborasi dan investasi infrastruktur ini adalah terwujudnya kemandirian dan pemerataan tenaga kesehatan di Bumi Tambun Bungai.
Lulusan program spesialis dari UPR ini nantinya diproyeksikan untuk langsung diserap dan didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan yang selama ini masih kekurangan tenaga ahli.
“Seiring dengan keinginan kita bersama, kita ingin menambah jumlah dokter spesialis yang saat ini masih kurang untuk mengisi rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kalimantan Tengah. Tidak hanya di RSUD Doris Sylvanus, tetapi juga di RSUD Hanau, maupun rumah sakit-rumah sakit di tingkat kabupaten dan kota lainnya,” pungkas Edy. (her).


