31.2 C
Jakarta
Wednesday, January 7, 2026

Hujan Deras Terus Mengguyur Kalteng, Pemprov Pastikan Harga Bahan Pokok Masih Aman

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Intensitas curah hujan tinggi yang melanda Kalimantan Tengah sejak Desember hingga awal Januari membuat pemerintah daerah waspada terhadap dampaknya pada harga dan pasokan bahan pokok.

Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan kondisi pasar masih terkendali dan stabil, tanpa gejolak harga yang berarti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Kalteng Norhani menegaskan, cuaca ekstrem sejauh ini belum memicu lonjakan harga di pasaran. Pemantauan rutin terus dilakukan untuk memastikan distribusi dan pasokan tetap berjalan normal.

“Sejauh ini belum ada gejolak. Mudah-mudahan kondisi ini tetap terkendali. Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilisasi harga di pasaran,” ujar Norhani saat ditemui awak media di Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  Dislutkan Kalteng Dorong Pemanfaatan Alat Tangkap Bubu untuk Perikanan Berkelanjutan

Menurut Norhani, tantangan utama saat musim penghujan biasanya terjadi pada rantai pasok yang berpotensi terganggu, sehingga memengaruhi keseimbangan stok dan permintaan. Meski begitu, hasil inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan lapangan menunjukkan situasi pasar masih kondusif.

Disperindag Kalteng saat ini memberi perhatian khusus pada komoditas strategis, terutama beras. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga beras, baik jenis premium maupun medium, agar tetap terjangkau masyarakat.

“Bahan pokok yang jadi fokus utama pengawasan kami adalah beras, baik premium maupun medium,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Sebagai langkah antisipasi menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Kalteng juga terus menjalankan berbagai program pengendalian inflasi. Salah satunya dengan pemantauan harga secara berkala dan pelaksanaan pasar murah bersubsidi.

Baca Juga :  Instruksi Aktif Siskamling, Gubernur Agustiar: Kalteng Masih Aman

“Kami tetap rutin memantau harga di pasar. Kegiatan subsidi melalui pasar murah juga terus dilaksanakan,” tambah Norhani.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar selama musim penghujan berlangsung. (*her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Intensitas curah hujan tinggi yang melanda Kalimantan Tengah sejak Desember hingga awal Januari membuat pemerintah daerah waspada terhadap dampaknya pada harga dan pasokan bahan pokok.

Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan kondisi pasar masih terkendali dan stabil, tanpa gejolak harga yang berarti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Kalteng Norhani menegaskan, cuaca ekstrem sejauh ini belum memicu lonjakan harga di pasaran. Pemantauan rutin terus dilakukan untuk memastikan distribusi dan pasokan tetap berjalan normal.

Electronic money exchangers listing

“Sejauh ini belum ada gejolak. Mudah-mudahan kondisi ini tetap terkendali. Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilisasi harga di pasaran,” ujar Norhani saat ditemui awak media di Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  Dislutkan Kalteng Dorong Pemanfaatan Alat Tangkap Bubu untuk Perikanan Berkelanjutan

Menurut Norhani, tantangan utama saat musim penghujan biasanya terjadi pada rantai pasok yang berpotensi terganggu, sehingga memengaruhi keseimbangan stok dan permintaan. Meski begitu, hasil inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan lapangan menunjukkan situasi pasar masih kondusif.

Disperindag Kalteng saat ini memberi perhatian khusus pada komoditas strategis, terutama beras. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga beras, baik jenis premium maupun medium, agar tetap terjangkau masyarakat.

“Bahan pokok yang jadi fokus utama pengawasan kami adalah beras, baik premium maupun medium,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Kalteng juga terus menjalankan berbagai program pengendalian inflasi. Salah satunya dengan pemantauan harga secara berkala dan pelaksanaan pasar murah bersubsidi.

Baca Juga :  Instruksi Aktif Siskamling, Gubernur Agustiar: Kalteng Masih Aman

“Kami tetap rutin memantau harga di pasar. Kegiatan subsidi melalui pasar murah juga terus dilaksanakan,” tambah Norhani.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar selama musim penghujan berlangsung. (*her)

Terpopuler

Artikel Terbaru