PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berupaya meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) daerah agar mampu menembus pasar internasional. Melalui dinas terkait, pemerintah menargetkan realisasi “Go Ekspor” pada tahun 2026.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng Norhani mengatakan, pogram ”Go Ekspor” ini merupakan implementasi dari visi misi Gubernur yaitu Kalteng Berkah, untuk menaikkan kelas produk-produk lokal unggulan menuju pasar mancanegara.
“Targetnya tahun 2026 bisa Go Ekspor, akan kami laksanakan nantinya. Nanti ada sosialisasinya, ada pelatihannya, agar capaian kita menjadikan produk ini sampai ke mancanegara,” ujar Norhani saat diwawancara awak media kegiatan Rapat Paripurna ke-11 di gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin (5/1/2026).
Norhani menjelaskan, saat ini pemerintah sedang dalam tahap menghimpun produk unggulan dari berbagai Kabupaten/Kota di Kalteng.
Produk terpilih tersebut nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk mendapatkan prioritas pengembangan dan pendampingan.
Beberapa contoh komoditas yang menjadi fokus utama antara lain kerajinan rotan, tenun khas Kalteng, hingga tanaman herbal endemik.
“Contohnya Go Ekspor rotan yang di Katingan. Itu yang diminati dari mancanegara, seperti waktu kita Trade Expo kemarin. Salah satunya juga kita akan meningkatkan tenun Kalteng dan herbal seperti Bawang Dayak. Bawang Dayak ini kan tumbuhnya di Kalimantan Tengah saja,” jelas Norhani
Untuk mencapai target ekspor tersebut, pemerintah menyadari pentingnya standardisasi. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah memastikan IKM memenuhi segala aspek legalitas dan perizinan yang menjadi syarat mutlak perdagangan internasional.
“Artinya dalam hal IKM ‘ bisa Go Ekspor’, kita akan memenuhi perizinan-perizinan yang ada dulu. Inilah yang kita persiapkan,” tambahnya.
Sebagai langkah promosi, Pemprov Kalteng juga rutin melibatkan IKM dalam berbagai pameran bergengsi seperti Pangan Nusa, dan beberapa produk olahan pangan lokal bahkan disebut telah berhasil melakukan ekspor.
“Salah satunya ‘Dapur Sbest’, itu kan sudah go export makanan-makanan berupa keripik dari bayam, kelakai, dan ikan saluang yang sangat diminati,” pungkasnya. (Her)


