25.1 C
Jakarta
Thursday, January 1, 2026

Warga Diimbau Waspada! Debit Sungai Kahayan dan Rungan Meningkat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Debit air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan di wilayah Kota Palangka Raya terpantau mulai mengalami peningkatan. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan pemantauan di sejumlah kawasan rawan banjir, Selasa (30/12/2025).

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, mengatakan pemantauan dilakukan di beberapa titik yang selama ini kerap terdampak banjir. Seperti Jalan Anoi dan Kompleks Mendawai Kelurahan Langkai, Kelurahan Petuk Katimpun, sejumlah wilayah di Kelurahan Bukit Tunggal, Pelabuhan Rambang Kelurahan Pahandut, hingga Kelurahan Tumbang Rungan.

“Dari hasil pemantauan TRC di lapangan, terjadi kenaikan debit air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter di beberapa lokasi. Ketinggian air berbeda-beda di setiap kelurahan, tergantung pada kondisi dan ketinggian daratan,” ujar Heri Pauzi saat dikofirmasi pada Rabu (31/12).

Baca Juga :  Sekolah di Bantaran Sungai Sulit Jangkauan, Pemko Pastikan Tetap Dapat MBG

Ia menjelaskan, di Kelurahan Petuk Katimpun kenaikan debit air terpantau cukup signifikan hingga menutupi badan jalan menuju Katimpun Bawah. Panjang ruas jalan yang tergenang air mencapai sekitar 20 meter. Meski demikian, aktivitas masyarakat masih berjalan normal dengan pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintas.

Sementara itu, di Jalan Pelatuk VII dan Jalan Anoi, debit air juga mengalami kenaikan sekitar 20 sentimeter. Genangan air di Jalan Pelatuk VII tercatat sepanjang kurang lebih 150 meter, namun belum mengganggu aktivitas warga secara berarti.

Menurut Heri, peningkatan debit air ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu sungai dan daerah sekitarnya. Berdasarkan hasil pantauan BPBD, kenaikan debit Sungai Kahayan di beberapa titik pengamatan rata-rata mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Sedangkan Sungai Rungan juga menunjukkan peningkatan debit hingga sekitar 25 sentimeter, khususnya di wilayah utara Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Jaga Kebugaran, Fairid Ajak Masyarakat Rutin Olahraga

“Potensi banjir di kawasan permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan bisa terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi terus berlangsung selama tiga sampai lima hari ke depan,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Heri Pauzi pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan rutin memantau informasi resmi yang disampaikan BPBD maupun BMKG. Warga juga diminta menghindari aktivitas di bantaran sungai jika debit air terus meningkat, serta mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir.

“Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Palangka Raya siaga 24 jam untuk mengantisipasi potensi kedaruratan dan melakukan langkah cepat apabila kondisi memburuk,” tegasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Debit air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan di wilayah Kota Palangka Raya terpantau mulai mengalami peningkatan. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan pemantauan di sejumlah kawasan rawan banjir, Selasa (30/12/2025).

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, mengatakan pemantauan dilakukan di beberapa titik yang selama ini kerap terdampak banjir. Seperti Jalan Anoi dan Kompleks Mendawai Kelurahan Langkai, Kelurahan Petuk Katimpun, sejumlah wilayah di Kelurahan Bukit Tunggal, Pelabuhan Rambang Kelurahan Pahandut, hingga Kelurahan Tumbang Rungan.

“Dari hasil pemantauan TRC di lapangan, terjadi kenaikan debit air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter di beberapa lokasi. Ketinggian air berbeda-beda di setiap kelurahan, tergantung pada kondisi dan ketinggian daratan,” ujar Heri Pauzi saat dikofirmasi pada Rabu (31/12).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Sekolah di Bantaran Sungai Sulit Jangkauan, Pemko Pastikan Tetap Dapat MBG

Ia menjelaskan, di Kelurahan Petuk Katimpun kenaikan debit air terpantau cukup signifikan hingga menutupi badan jalan menuju Katimpun Bawah. Panjang ruas jalan yang tergenang air mencapai sekitar 20 meter. Meski demikian, aktivitas masyarakat masih berjalan normal dengan pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintas.

Sementara itu, di Jalan Pelatuk VII dan Jalan Anoi, debit air juga mengalami kenaikan sekitar 20 sentimeter. Genangan air di Jalan Pelatuk VII tercatat sepanjang kurang lebih 150 meter, namun belum mengganggu aktivitas warga secara berarti.

Menurut Heri, peningkatan debit air ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu sungai dan daerah sekitarnya. Berdasarkan hasil pantauan BPBD, kenaikan debit Sungai Kahayan di beberapa titik pengamatan rata-rata mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Sedangkan Sungai Rungan juga menunjukkan peningkatan debit hingga sekitar 25 sentimeter, khususnya di wilayah utara Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Jaga Kebugaran, Fairid Ajak Masyarakat Rutin Olahraga

“Potensi banjir di kawasan permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan bisa terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi terus berlangsung selama tiga sampai lima hari ke depan,” jelasnya.

Heri Pauzi pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan rutin memantau informasi resmi yang disampaikan BPBD maupun BMKG. Warga juga diminta menghindari aktivitas di bantaran sungai jika debit air terus meningkat, serta mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir.

“Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Palangka Raya siaga 24 jam untuk mengantisipasi potensi kedaruratan dan melakukan langkah cepat apabila kondisi memburuk,” tegasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/