24.7 C
Jakarta
Thursday, March 12, 2026

Isu Pembatasan Ritel Modern, Fairid: Belum Ada Penambahan Gerai

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan belum ada penambahan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah Kota Palangka Raya.

Menanggapi isu pembatasan perluasan ritel modern seiring rencana penguatan Koperasi Merah Putih, Fairid menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penambahan gerai baru di kota setempat.

“Kita tidak ada penambahan Alfamart dan Indomaret. Kalau pun ada yang baru mungkin Alfamidi, tapi itu pun belum saya tindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026)

Dia menjelaskan, seluruh proses perizinan usaha saat ini tidak lagi melalui persetujuan langsung kepala daerah, melainkan melalui sistem yang sudah terintegrasi secara nasional.

“Silakan nanti di DPTSP. Kita sekarang pakai sistem OSS. Di OSS itu semuanya terintegrasi, termasuk dengan rencana detail tata ruang. Jadi zonasi sudah diatur di situ. Namanya sistem, kalau tidak boleh ya tidak bisa diklik, tapi kalau memang bisa ya bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Sampai Musda Menimbulkan Perpecahan, Fairid : Tidak Ada Masalah Siapa pun yang Terpilih

Menurutnya, sistem perizinan berbasis daring tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus transparansi dalam proses penerbitan izin usaha, sehingga tidak ada intervensi langsung dari kepala daerah terhadap pengajuan izin.

“Perizinan itu tidak serta-merta harus ke wali kota, tidak ada. Semua sudah melalui sistem,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Lebih lanjut orang nomor satu di Palangka Raya ini menambahkan, jika terdapat perubahan operasional gerai ritel modern, hal itu lebih pada pemindahan lokasi, bukan penambahan unit baru.

“Mungkin mereka ada pemindahan lokasi, tutup di A lalu buka di B, itu mungkin ada. Tapi penambahan baru tidak ada,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan belum ada penambahan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah Kota Palangka Raya.

Menanggapi isu pembatasan perluasan ritel modern seiring rencana penguatan Koperasi Merah Putih, Fairid menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penambahan gerai baru di kota setempat.

“Kita tidak ada penambahan Alfamart dan Indomaret. Kalau pun ada yang baru mungkin Alfamidi, tapi itu pun belum saya tindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026)

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, seluruh proses perizinan usaha saat ini tidak lagi melalui persetujuan langsung kepala daerah, melainkan melalui sistem yang sudah terintegrasi secara nasional.

“Silakan nanti di DPTSP. Kita sekarang pakai sistem OSS. Di OSS itu semuanya terintegrasi, termasuk dengan rencana detail tata ruang. Jadi zonasi sudah diatur di situ. Namanya sistem, kalau tidak boleh ya tidak bisa diklik, tapi kalau memang bisa ya bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Sampai Musda Menimbulkan Perpecahan, Fairid : Tidak Ada Masalah Siapa pun yang Terpilih

Menurutnya, sistem perizinan berbasis daring tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus transparansi dalam proses penerbitan izin usaha, sehingga tidak ada intervensi langsung dari kepala daerah terhadap pengajuan izin.

“Perizinan itu tidak serta-merta harus ke wali kota, tidak ada. Semua sudah melalui sistem,” tegasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Palangka Raya ini menambahkan, jika terdapat perubahan operasional gerai ritel modern, hal itu lebih pada pemindahan lokasi, bukan penambahan unit baru.

“Mungkin mereka ada pemindahan lokasi, tutup di A lalu buka di B, itu mungkin ada. Tapi penambahan baru tidak ada,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru