27.2 C
Jakarta
Saturday, January 31, 2026

Posko Terpadu Anti Narkoba Segera Berdiri di Ponton Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan pendirian posko terpadu anti narkoba di kawasan Ponton sebagai langkah konkret memutus mata rantai peredaran narkotika. Posko ini disiapkan tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemulihan citra kawasan yang selama ini kerap mendapat stigma negatif.

Rencana pendirian posko terpadu anti narkoba di Ponton tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang difasilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dengan melibatkan unsur pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, rapat tersebut diikuti camat, lurah, serta sejumlah organisasi masyarakat, di antaranya Gerakan Dayak Anti Narkoba dan Gerakan Anti Narkotika (Granat).

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Pastikan Inflasi Terkendali, Stok Bahan Pokok Aman

“Beberapa hari lalu kami rapat bersama BNN Kota, Kesbangpol, camat, lurah, dan organisasi masyarakat untuk membahas rencana pendirian posko terpadu anti narkoba di Ponton,” kata Zaini, Rabu (28/1/2026).

Dia menjelaskan, posko terpadu ini tidak hanya berfungsi sebagai pos pengawasan, tetapi juga menjadi pusat berbagai program terintegrasi yang menyentuh aspek edukasi, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

“Tujuan utamanya tentu memutus peredaran narkoba di Kota Palangka Raya, khususnya Ponton. Di sisi lain, kami juga ingin mengubah stigma negatif kawasan ini menjadi lebih positif,” ujarnya.

Menurut Zaini, posko tersebut akan dijaga selama 24 jam dan diisi dengan program berkelanjutan, termasuk sosialisasi bahaya narkoba yang menyasar masyarakat dan generasi muda.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Realisasi Pajak di Palangka Raya Capai 97 Persen Lebih

“Kami akan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk pemeriksaan dini, serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam edukasi. Harapannya, generasi muda tidak terjerumus sebagai pengedar, penjual, maupun pengguna narkoba,” jelasnya.

Selain upaya pencegahan dan edukasi, Pemko Palangka Raya juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Ponton.

“Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, mereka akan lebih fokus menata kehidupan ke arah yang lebih baik. Pemerintah hadir bukan hanya dengan posko, tetapi juga lewat program nyata,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan pendirian posko terpadu anti narkoba di kawasan Ponton sebagai langkah konkret memutus mata rantai peredaran narkotika. Posko ini disiapkan tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemulihan citra kawasan yang selama ini kerap mendapat stigma negatif.

Rencana pendirian posko terpadu anti narkoba di Ponton tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang difasilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dengan melibatkan unsur pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, rapat tersebut diikuti camat, lurah, serta sejumlah organisasi masyarakat, di antaranya Gerakan Dayak Anti Narkoba dan Gerakan Anti Narkotika (Granat).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Pastikan Inflasi Terkendali, Stok Bahan Pokok Aman

“Beberapa hari lalu kami rapat bersama BNN Kota, Kesbangpol, camat, lurah, dan organisasi masyarakat untuk membahas rencana pendirian posko terpadu anti narkoba di Ponton,” kata Zaini, Rabu (28/1/2026).

Dia menjelaskan, posko terpadu ini tidak hanya berfungsi sebagai pos pengawasan, tetapi juga menjadi pusat berbagai program terintegrasi yang menyentuh aspek edukasi, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

“Tujuan utamanya tentu memutus peredaran narkoba di Kota Palangka Raya, khususnya Ponton. Di sisi lain, kami juga ingin mengubah stigma negatif kawasan ini menjadi lebih positif,” ujarnya.

Menurut Zaini, posko tersebut akan dijaga selama 24 jam dan diisi dengan program berkelanjutan, termasuk sosialisasi bahaya narkoba yang menyasar masyarakat dan generasi muda.

Baca Juga :  Realisasi Pajak di Palangka Raya Capai 97 Persen Lebih

“Kami akan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk pemeriksaan dini, serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam edukasi. Harapannya, generasi muda tidak terjerumus sebagai pengedar, penjual, maupun pengguna narkoba,” jelasnya.

Selain upaya pencegahan dan edukasi, Pemko Palangka Raya juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Ponton.

“Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, mereka akan lebih fokus menata kehidupan ke arah yang lebih baik. Pemerintah hadir bukan hanya dengan posko, tetapi juga lewat program nyata,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/