25.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Masuk Iklim Kering, Palangka Raya Siaga Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menyampaikan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) bahwa tahun ini, iklim akan cenderung lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dapat dipastikan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan terjadi.

”Oleh karena itu, walaupun sedikit mendung, kadang kala ada hujan juga, kita tetap melaksanakan apel kesiapsiagaan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi perubahan iklim yang bisa jadi demikian cepat berubah,”ucapnya saat mewakili Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memimpin apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan karhutla di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Kamis (26/1/2023) sore.

Menurutnya, BMKG telah merilis iklim yang kering itu akan terjadi setelah bulan Februari, atau berkisar akhir Februari. Maka dari itu, untuk menghadapi iklim kering tersebut, diperlukan kesiapsiagaan sejak dini.

Baca Juga :  Semua Pihak Diminta Terus Meningkatkan Pencegahan Karhutla

”Kita semua punya komitmen untuk bersama-sama siap sedia dalam menghadapi berbagai kemungkinan munculnya api yang berpotensi terjadinya karhutla di wilayah Kota Palangka Raya,”ujarnya.

Sementara, di kesempatan yang sama, Emergency Response Plan (ERP) bidang Kabag Ops Emergency Response Plan (ERP), Yustinus menuturkan kondisi titik rawan api yang telah terpantau pihaknya. Dia mengatakan sedikitnya ada empat titik api yang terpanyau saat ini, antara lain yakni di Jalan Lingkar Luar, Jalan Hiu Putih, Kelurahan Petuk Katimpun, dan kawasan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

”Kami selalu bersinergi dengan rekan-rekan lainnya untuk menjaga daerah tersebut. Faktor lingkungan yang memiliki gambut tebal, sehingga memudahkan titik api menjalar begitu cepat,”ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Palangkaraya Instruksikan Pengurangan Jam Belajar Sekolah

Senada dengan dirinya, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Bripka Edris juga menyebutkan, jika di Kelurahan Petuk Katimpun sudah terdapat kurang lebih 4 titik rawan api. Semuanya itu menurutnya sangat berpotensi terjadinya karhutla.

”Kami bersama pihak terkait, sudah melakukan persiapan menghadapi hal tersebut. Khususnya Babinkamtibmas setiap turun lapangan terdapat kurang lebih 10 anggota,”tandasnya.






Reporter: Marini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menyampaikan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) bahwa tahun ini, iklim akan cenderung lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dapat dipastikan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan terjadi.

”Oleh karena itu, walaupun sedikit mendung, kadang kala ada hujan juga, kita tetap melaksanakan apel kesiapsiagaan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi perubahan iklim yang bisa jadi demikian cepat berubah,”ucapnya saat mewakili Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memimpin apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan karhutla di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Kamis (26/1/2023) sore.

Menurutnya, BMKG telah merilis iklim yang kering itu akan terjadi setelah bulan Februari, atau berkisar akhir Februari. Maka dari itu, untuk menghadapi iklim kering tersebut, diperlukan kesiapsiagaan sejak dini.

Baca Juga :  Semua Pihak Diminta Terus Meningkatkan Pencegahan Karhutla

”Kita semua punya komitmen untuk bersama-sama siap sedia dalam menghadapi berbagai kemungkinan munculnya api yang berpotensi terjadinya karhutla di wilayah Kota Palangka Raya,”ujarnya.

Sementara, di kesempatan yang sama, Emergency Response Plan (ERP) bidang Kabag Ops Emergency Response Plan (ERP), Yustinus menuturkan kondisi titik rawan api yang telah terpantau pihaknya. Dia mengatakan sedikitnya ada empat titik api yang terpanyau saat ini, antara lain yakni di Jalan Lingkar Luar, Jalan Hiu Putih, Kelurahan Petuk Katimpun, dan kawasan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

”Kami selalu bersinergi dengan rekan-rekan lainnya untuk menjaga daerah tersebut. Faktor lingkungan yang memiliki gambut tebal, sehingga memudahkan titik api menjalar begitu cepat,”ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Palangkaraya Instruksikan Pengurangan Jam Belajar Sekolah

Senada dengan dirinya, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Bripka Edris juga menyebutkan, jika di Kelurahan Petuk Katimpun sudah terdapat kurang lebih 4 titik rawan api. Semuanya itu menurutnya sangat berpotensi terjadinya karhutla.

”Kami bersama pihak terkait, sudah melakukan persiapan menghadapi hal tersebut. Khususnya Babinkamtibmas setiap turun lapangan terdapat kurang lebih 10 anggota,”tandasnya.






Reporter: Marini

Terpopuler

Artikel Terbaru