28.7 C
Jakarta
Sunday, January 25, 2026

Pahandut Cikal Bakal Berdirinya Kota Palangka Raya, Berikut Penjelasan Sekda Arbert Tombak

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kelurahan Pahandut disebut sebagai cikal bakal berdirinya Kota Palangka Raya, yang berawal dari sebuah kampung di pinggiran Sungai Kahayan dengan kondisi hutan belantara.

“Pada mulanya kawasan ini hanya dihuni beberapa kepala keluarga. Salah satunya dikenal dengan sebutan Bapa Handut atau Andut. Sehingga masyarakat menyebutnya Pa’Handut yang kemudian menjadi nama Kampung Pahandut,” kata Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, Sabtu (25/1/2026).

Meski berada di kawasan bantaran sungai, Kampung Pahandut tergolong wilayah dataran tinggi dan berbukit.

“Di kawasan ini terdapat Bukit Jekan yang menjadi lokasi pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya yang sekarang dikenal sebagai Tugu Soekarno,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosok Lelaki Berkepala Besar Bertanduk di Tiang Jembatan Kahayan

Selain Bukit Jekan, kawasan Pahandut juga memiliki Bukit Ngalangkang yang dahulu berupa padang pasir tandus.

“Bukit Ngalangkang pernah menjadi lokasi kantor kecamatan dan kini dimanfaatkan sebagai Puskesmas Pahandut serta Sandung Ngabe Soekah,” tutur Arbert.

Seiring perkembangan pemerintahan, istilah kampung kemudian ditingkatkan menjadi Desa Pahandut mengikuti struktur administrasi yang berlaku.

Electronic money exchangers listing

“Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Pahandut merupakan embrio lahirnya Kota Palangka Raya,” katanya.

Menurutnya, sebagai kota yang memiliki keanekaragaman budaya dan ritual keagamaan, Palangka Raya perlu menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut.

“Organisasi keagamaan, khususnya Hindu Kaharingan, memiliki peran penting sebagai tonggak dan motor penggerak pelestarian budaya serta ritual adat,” ucapnya. (adr)

Baca Juga :  Kelotok Tenggelam di Sungai Kahayan, Dua ABK Hilang

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kelurahan Pahandut disebut sebagai cikal bakal berdirinya Kota Palangka Raya, yang berawal dari sebuah kampung di pinggiran Sungai Kahayan dengan kondisi hutan belantara.

“Pada mulanya kawasan ini hanya dihuni beberapa kepala keluarga. Salah satunya dikenal dengan sebutan Bapa Handut atau Andut. Sehingga masyarakat menyebutnya Pa’Handut yang kemudian menjadi nama Kampung Pahandut,” kata Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, Sabtu (25/1/2026).

Meski berada di kawasan bantaran sungai, Kampung Pahandut tergolong wilayah dataran tinggi dan berbukit.

Electronic money exchangers listing

“Di kawasan ini terdapat Bukit Jekan yang menjadi lokasi pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya yang sekarang dikenal sebagai Tugu Soekarno,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosok Lelaki Berkepala Besar Bertanduk di Tiang Jembatan Kahayan

Selain Bukit Jekan, kawasan Pahandut juga memiliki Bukit Ngalangkang yang dahulu berupa padang pasir tandus.

“Bukit Ngalangkang pernah menjadi lokasi kantor kecamatan dan kini dimanfaatkan sebagai Puskesmas Pahandut serta Sandung Ngabe Soekah,” tutur Arbert.

Seiring perkembangan pemerintahan, istilah kampung kemudian ditingkatkan menjadi Desa Pahandut mengikuti struktur administrasi yang berlaku.

“Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Pahandut merupakan embrio lahirnya Kota Palangka Raya,” katanya.

Menurutnya, sebagai kota yang memiliki keanekaragaman budaya dan ritual keagamaan, Palangka Raya perlu menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut.

“Organisasi keagamaan, khususnya Hindu Kaharingan, memiliki peran penting sebagai tonggak dan motor penggerak pelestarian budaya serta ritual adat,” ucapnya. (adr)

Baca Juga :  Kelotok Tenggelam di Sungai Kahayan, Dua ABK Hilang

Terpopuler

Artikel Terbaru

/