30.1 C
Jakarta
Friday, February 13, 2026

Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu, Upaya Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia, Tuhan dan Alam

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak. Menyebut Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu Pahandut sebagai agenda adat tahunan dalam menjaga ketenteraman dan keharmonisan masyarakat.

“Ini agenda tahunan dari Kelurahan Pahandut melalui Majelis Resort Hindu Kaharingan Kecamatan Pahandut untuk menjaga desa atau kelurahan ini dari pengaruh-pengaruh negatif sesuai adat istiadat Dayak Kaharingan,” ujar Arbert saat menghadiri kegiatan di Balai Basara Tuyang Hasuling Riwut, Palangka Raya, Jumat (23/1/2026).

Dia menjelaskan, ritual tersebut merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal yang memiliki nilai spiritual dan sosial bagi masyarakat.

“Intinya ritual ini adalah menjaga desa, menjaga lingkungan agar tetap aman dan tenteram,” katanya.

Baca Juga :  Doa Bersama dan Hiburan Artis Ibu Kota Meriahkan Malam Pergantian Tahun di Palangka Raya

Dia menegaskan, kehadiran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi religius pemerintah daerah.

“Pemerintah kota hadir memberikan support dan dukungan kepada pengurus Hindu Kaharingan Kecamatan Pahandut secara khusus, dan umat Hindu Kaharingan secara umum,” ucapnya.

Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu juga dimaknai sebagai upaya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.

Electronic money exchangers listing

“Ritual ini menjaga hubungan baik dengan Tuhan melalui Sahur Parapah, menjaga hubungan sesama manusia, serta menjaga hubungan dengan alam dan lingkungan,” tuturnya.

Dia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam ritual tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

“Harapan kita ke depan, ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan generasi kita untuk berkontribusi dalam membangun Kota Palangka Raya serta menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya (adr)

Baca Juga :  Bioskop Dibuka, Satgas Covid-19 Lakukan Pengawasan dan Pemantauan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak. Menyebut Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu Pahandut sebagai agenda adat tahunan dalam menjaga ketenteraman dan keharmonisan masyarakat.

“Ini agenda tahunan dari Kelurahan Pahandut melalui Majelis Resort Hindu Kaharingan Kecamatan Pahandut untuk menjaga desa atau kelurahan ini dari pengaruh-pengaruh negatif sesuai adat istiadat Dayak Kaharingan,” ujar Arbert saat menghadiri kegiatan di Balai Basara Tuyang Hasuling Riwut, Palangka Raya, Jumat (23/1/2026).

Dia menjelaskan, ritual tersebut merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal yang memiliki nilai spiritual dan sosial bagi masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Intinya ritual ini adalah menjaga desa, menjaga lingkungan agar tetap aman dan tenteram,” katanya.

Baca Juga :  Doa Bersama dan Hiburan Artis Ibu Kota Meriahkan Malam Pergantian Tahun di Palangka Raya

Dia menegaskan, kehadiran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi religius pemerintah daerah.

“Pemerintah kota hadir memberikan support dan dukungan kepada pengurus Hindu Kaharingan Kecamatan Pahandut secara khusus, dan umat Hindu Kaharingan secara umum,” ucapnya.

Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu juga dimaknai sebagai upaya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Ritual ini menjaga hubungan baik dengan Tuhan melalui Sahur Parapah, menjaga hubungan sesama manusia, serta menjaga hubungan dengan alam dan lingkungan,” tuturnya.

Dia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam ritual tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

“Harapan kita ke depan, ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan generasi kita untuk berkontribusi dalam membangun Kota Palangka Raya serta menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya (adr)

Baca Juga :  Bioskop Dibuka, Satgas Covid-19 Lakukan Pengawasan dan Pemantauan

Terpopuler

Artikel Terbaru