PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya menjadikan peringatan Hari Jadi ke-61 sebagai momentum untuk melakukan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, usai Upacara Bendera Gabungan TNI/Polri/ASN dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (17/6/2026).
Menurut Fairid, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama ini harus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Ia menegaskan evaluasi pembangunan perlu dilakukan secara terus-menerus guna menghasilkan pelayanan publik yang semakin baik.
“Evaluasi itu kan setiap saat dan terus menerus secara berkelanjutan demi menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Fairid mengatakan perjalanan pembangunan yang telah dilalui hingga saat ini harus menjadi bahan muhasabah bersama agar ke depan dapat lebih baik lagi. Selain itu, semangat perjuangan dan jasa para pendahulu harus terus dijaga agar tidak menjadi sia-sia.
“Perjalanan sampai dengan sekarang ini mudah-mudahan menjadi muhasabah kita bersama, agar bisa lebih baik lagi ke depannya. Ini juga menjadi penyemangat, jangan sampai perjuangan dan jasa-jasa para pendahulu kita menjadi sia-sia,” katanya.
Selain evaluasi pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi fokus Pemerintah Kota Palangka Raya. Pengembangan kapasitas, peningkatan keterampilan, disiplin, hingga soliditas kerja terus didorong guna mendukung kinerja pemerintahan yang lebih optimal.
“Yang ditekankan untuk ASN tentu lebih kepada sumber daya manusia, pengembangan kapasitas, peningkatan skill, disiplin, dan lebih solid dalam bekerja. Saling menghormati antar sesama ASN maupun dengan pimpinan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi ASN dapat dilakukan melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, hingga sertifikasi guna meningkatkan kemampuan teknis maupun nonteknis aparatur.
Fairid juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam seluruh aspek pembangunan. Menurutnya, sinergi antar pihak akan membuat program pembangunan lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.
“Semua tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus kolaborasi, dalam semua hal agar lebih tepat sasaran, lebih efektif, dan efisien,” tegasnya.
Ia menambahkan keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar setiap program dapat berjalan optimal.
“Kalau tidak kolaborasi tentu membutuhkan anggaran besar. Dengan kolaborasi semuanya bisa berjalan. Untuk pembangunan, seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder sangat diperlukan,” tutupnya. (adr)


