PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan kondisi inflasi di Kota Palangka Raya masih terkendali meski terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok, khususnya bawang merah.
“Alhamdulillah Kota Palangka Raya tidak termasuk kabupaten/kota yang indeks perkembangan harga (IPH)-nya naik secara signifikan. Secara nasional tadi ada 242 kabupaten/kota yang IPH-nya naik pada beberapa komoditas, khususnya cabai merah,” kata Zaini usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara daring dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (11/5/2026).
Dia menjelaskan, rakor inflasi yang memasuki minggu kedua tersebut dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam rapat itu turut dibahas sejumlah isu, mulai dari distribusi bahan pokok hingga edukasi antikorupsi di sekolah dasar.
“Tadi disampaikan beberapa paparan, yang pertama terkait distribusi dan juga edukasi antikorupsi di sekolah dasar. Tentunya sejak dini anak-anak sekolah harus dijaga integritasnya. Ada sembilan nilai yang harus ditanamkan di situ,” ujarnya.
Terkait perkembangan harga pangan, Zaini menyebut secara nasional beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai merah, minyak goreng, bawang merah, dan gula pasir.
“Kenaikan itu terjadi pada cabai merah di 242 kabupaten/kota, minyak goreng 214 kabupaten/kota, bawang merah 169 kabupaten/kota, dan gula pasir 125 kabupaten/kota. Itu beberapa komoditas yang menjadi catatan dalam rakor tadi,” ungkapnya.
Meski demikian, dia menegaskan stok bawang merah di Kota Palangka Raya masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar walaupun terjadi sedikit kenaikan harga.
“Untuk Kota Palangka Raya memang ada sedikit kenaikan pada bawang merah. Kalau dibandingkan tanggal 8 dengan hari ini tanggal 11, ada kenaikan sekitar Rp2 ribu, dari Rp43 ribu menjadi Rp45 ribu. Tapi yang terpenting stok bawang merah di Kota Palangka Raya cukup dan distribusinya lancar,” jelasnya.
Selain itu, Zaini menyebut harga cabai di Kota Palangka Raya masih relatif stabil meskipun secara nasional terjadi tren kenaikan.
“Kalau cabai, walaupun secara nasional ada kenaikan, tapi di kita masih aman, harganya tetap stabil,” katanya.
Sementara itu, untuk komoditas beras, Pemerintah Kota Palangka Raya juga mencermati distribusi program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurutnya, harga beras medium dan premium di daerah setempat masih terkendali.
“Kalau di kita ada sedikit kenaikan pada beras lokal. Namun untuk beras medium dan premium masih tetap aman harganya. Ada beberapa jenis beras seperti Mayang dan Dukuh yang naik sekitar Rp1 ribu, tapi secara umum harga beras medium dan premium masih stabil. Alhamdulillah Kota Palangka Raya masih aman,”pungkasnya. (adr)


