PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya memastikan hingga saat ini belum ada kasus campak yang terkonfirmasi di wilayah Kota Palangka Raya. Meski demikian, pemantauan terhadap potensi penyebaran penyakit campak tetap dilakukan secara intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan penyakit tersebut sambil mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki bayi dan anak-anak, agar tetap waspada.
“Sejauh ini belum ada laporan kasus campak yang terkonfirmasi di Kota Palangka Raya. Namun kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyakit ini,” kata Riduan, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, imunisasi campak tetap menjadi perlindungan penting bagi anak. Meski anak yang sudah diimunisasi masih berpotensi terinfeksi, gejalanya biasanya jauh lebih ringan dibandingkan anak yang belum mendapatkan vaksin.
“Kalau bayi sudah mendapatkan imunisasi campak, memang masih bisa saja terkena. Tetapi umumnya gejalanya lebih ringan dibandingkan yang belum imunisasi,” ujarnya.
Riduan berharap sebagian besar anak di Kota Palangka Raya telah mendapatkan vaksin campak sehingga memiliki perlindungan terhadap penyakit tersebut.
“Harapan kami bayi-bayi di Kota Palangka Raya sudah mendapatkan imunisasi vaksin campak,” katanya.
Dia menjelaskan, campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular melalui percikan droplet dari penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.
“Orang dewasa juga bisa terkena campak, tetapi biasanya gejalanya tidak terlalu parah,” jelasnya.
Gejala campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam kemerahan pada kulit.
Riduan mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan awal terhadap berbagai penyakit menular.
“Pencegahan yang paling utama adalah menjaga daya tahan tubuh dengan cukup minum, makan yang cukup, dan istirahat yang cukup agar tubuh tidak mudah terserang penyakit,” tutupnya. (adr)


