24.7 C
Jakarta
Sunday, January 11, 2026

151 Karhutla Terjadi di Palangka Raya Selama 2025, BPBD Pastikan Terkendali

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 151 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025 dengan total luasan terbakar sekitar 47 hektare.

Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, meskipun jumlah titik kejadian cukup banyak, kondisi karhutla selama 2025 masih tergolong aman dan terkendali karena sebagian besar terjadi di lahan milik masyarakat dengan skala relatif kecil.

“Dari Januari sampai akhir tahun 2025 tercatat 151 kali kejadian karhutla dengan luasan kurang lebih 47 hektare, dan sebagian besar itu merupakan lahan masyarakat sehingga tidak meluas,” katanya, Jumat (9/1/2026).

Hendrikus menjelaskan, wilayah yang paling sering ditemukan kejadian karhutla berada di Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Jekan Raya, yang dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi daerah rawan kebakaran.

Baca Juga :  Dukungan Nyata Pemerintah Diperlukan untuk Adat dan Budaya

Menurutnya, kondisi karhutla pada 2024 hingga 2025 relatif lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena faktor cuaca yang cenderung “kemarau basah”, sehingga masih disertai hujan dan api tidak sempat menyebar luas.

“Dua tahun terakhir ini lebih terkendali karena masih ada hujan, ditambah kesiapsiagaan tim satgas yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui pembentukan pos lapangan, sehingga kejadian bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Dia menegaskan, meskipun banyak titik api, seluruh kejadian dapat dikendalikan dengan cepat melalui respons terpadu di lapangan.

Electronic money exchangers listing

BPBD Kota Palangka Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak karhutla dapat mengganggu berbagai sektor, mulai dari ekonomi, transportasi, pendidikan, hingga kesehatan.

Baca Juga :  Kunjungan Abdul Razak, Masyarakat Basungkai Sampaikan Harapan Infrastruktur dan Pasar

“Buka lahan jangan dengan cara dibakar. Banyak metode lain yang lebih aman, karena dampak karhutla sangat luas dan merugikan masyarakat,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 151 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025 dengan total luasan terbakar sekitar 47 hektare.

Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, meskipun jumlah titik kejadian cukup banyak, kondisi karhutla selama 2025 masih tergolong aman dan terkendali karena sebagian besar terjadi di lahan milik masyarakat dengan skala relatif kecil.

“Dari Januari sampai akhir tahun 2025 tercatat 151 kali kejadian karhutla dengan luasan kurang lebih 47 hektare, dan sebagian besar itu merupakan lahan masyarakat sehingga tidak meluas,” katanya, Jumat (9/1/2026).

Electronic money exchangers listing

Hendrikus menjelaskan, wilayah yang paling sering ditemukan kejadian karhutla berada di Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Jekan Raya, yang dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi daerah rawan kebakaran.

Baca Juga :  Dukungan Nyata Pemerintah Diperlukan untuk Adat dan Budaya

Menurutnya, kondisi karhutla pada 2024 hingga 2025 relatif lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena faktor cuaca yang cenderung “kemarau basah”, sehingga masih disertai hujan dan api tidak sempat menyebar luas.

“Dua tahun terakhir ini lebih terkendali karena masih ada hujan, ditambah kesiapsiagaan tim satgas yang dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui pembentukan pos lapangan, sehingga kejadian bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Dia menegaskan, meskipun banyak titik api, seluruh kejadian dapat dikendalikan dengan cepat melalui respons terpadu di lapangan.

BPBD Kota Palangka Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak karhutla dapat mengganggu berbagai sektor, mulai dari ekonomi, transportasi, pendidikan, hingga kesehatan.

Baca Juga :  Kunjungan Abdul Razak, Masyarakat Basungkai Sampaikan Harapan Infrastruktur dan Pasar

“Buka lahan jangan dengan cara dibakar. Banyak metode lain yang lebih aman, karena dampak karhutla sangat luas dan merugikan masyarakat,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/