PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melaksanakan anjangsana ke LKSA Budi Mulya dan LKSA El Ministry, Rabu (8/7/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya juga menyalurkan berbagai bantuan serta menegaskan komitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga aspek kemanusiaan.
“Di tempat inilah kita diingatkan kembali tentang hakikat sejati dari sebuah pembangunan kota, yaitu kemanusiaan dan kebersamaan. Momen anjangsana seperti ini yang paling saya tunggu dalam rangkaian Hari Jadi,” ujar Fairid.
Pada kesempatan itu, Pemko Palangka Raya menyalurkan bantuan berupa sembako, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, pakaian dalam baru, perlengkapan sekolah, susu, makanan ringan, serta bantuan operasional bagi panti asuhan.
“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak sebanding dengan seluruh kebutuhan anak-anak di sini, tetapi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah yang ingin terus berjalan bersama masyarakat,” katanya.
Fairid menegaskan pembangunan harus menyentuh aspek kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
“Saya titip mohon diasuh anak-anak yang ada di sini dengan baik dan benar. Isi mereka dengan nilai-nilai positif, jaga pola pikir atau mindset mereka agar tidak terpapar hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Kepada anak-anak panti, Fairid juga memberikan motivasi agar terus belajar, rajin beribadah, menghormati pengasuh dan guru, serta tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Banyak tokoh besar lahir dari perjuangan hidup yang penuh tantangan,” lanjutnya.
Ia memastikan pemerintah akan terus menghadirkan program yang berpihak kepada anak-anak, termasuk membuka akses pendidikan dan beasiswa bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Program ini kami lakukan untuk mengambil berkah dalam rangka Hari Jadi. Tidak ada maksud lain selain menjenguk saudara-saudara kita di panti asuhan,” tuturnya.
Fairid juga menepis anggapan bahwa kegiatan tersebut hanya menyasar kelompok tertentu. Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian kepada seluruh anak yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
“Kami tidak melihat suku ataupun agama. Semuanya kami kunjungi melalui perwakilan-perwakilan yang ada. Yang terpenting adalah kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan. Kalau bantuannya semua dapat, hari ini hanya dua titik sebagai lokasi seremoni,” pungkasnya. (adr)


